Jokowi Prihatin Perundungan Bocah di Tasikmalaya: Jangan Sampai Terjadi Lagi

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kasus perundungan seorang bocah SD di Tasikmalaya hingga meninggal dunia. Kepala Negara menyampaikan duka mendalam atas kejadian itu.

"Ini yang menjadi keprihatinan kita semuanya, pertama-tama saya ingin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kejadian di Tasikmalaya," kata Jokowi di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7).

Menurutnya, pencegahan anak dari perundungan adalah tanggung jawab semua pihak, terutama orang tua, para pendidik, maupun pihak sekolah. "Tanggung jawab masyarakat agar bullying, perundungan ke depan tidak terjadi lagi," ujar eks Wali Kota Solo itu.

Maka, Kepala Negara mengajak semua pihak melindungi anak dari perundungan. Dia tidak ingin keceriaan anak direnggut.

"Inilah yang harus kita jaga bersama-sama agar anak-anak kita itu memiliki dunia bermain, dunia anak-anak dengan keceriaan mereka. Jangan sampai terjadi lagi yang namanya perundungan," pungkasnya.

Korban Depresi hingga Meninggal Dunia

Seorang bocah kelas V sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya meninggal dunia, diduga usai mengalami depresi karena menjadi korban perundungan teman sebayanya. Aksi perundungan dilakukan secara fisik dan psikis.

Korban yang masih berusia 11 tahun itu diketahui mendapatkan perlakukan kasar dari teman sebayanya. Tidak hanya itu saja, korban juga dipaksa terduga para pelaku untuk menyetubuhi seekor kucing dan kemudian direkam menggunakan handphone.

Video rekaman tersebut pun rupanya sempat beredar di media sosial. Beredarnya video meruntuhkan benteng pertahanan psikologinya, hingga korban kemudian mengalami depresi. Tidak mau makan dan lainnya.

Keluarga korban yang mengetahui kondisi anaknya, segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun sayangnya dalam proses perawatan itu, korban meninggal dunia. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel