Jokowi Puji Kinerja Kemenkeu, Sri Mulyani Minta Anak Buah Tak Jumawa

·Bacaan 2 menit
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Kementerian Keuangan mampu mengumpulkan penerimaan negara lebih dari 100 persen di 2021.

"Tadi di rapat kabinet, Presiden bilang Menteri Keuangan penerimaannya bagus, APBN kita mulai sehat," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (30/12/2021).

Ia mengakui pujian tersebut tidak hanya untuk dirinya, melainkan juga segenap jajaran Kementerian Keuangan yang telah bekerja keras selama satu tahun ini. Sehingga orang nomor 1 di Indonesia memberikan apresiasi.

"Tentu saya bangga dan ini saya sampaikan kepada Anda semua penghargaan dari Presiden buat kita semuanya," kata Sri Mulyani kepada jajarannya saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian Keuangan.

Namun dia mengingatkan, agar tidak larut dalam euforia apresiasi. Boleh berbangga diri hanya tidak boleh jumawa (sombong).

"Sebagai manusia kita memang puas, tetapi kita tidak boleh jumawa," katanya.

Bendahara negara ini mengingat ada banyak tantangan baru di tahun depan yang telah menanti. Berbagai pencapain tahun ini yang telah melebihi target harus lebih ditingkatkan namun tidak boleh menjadi pengharapan besar.

Mengingat belum tentu penerimaan negara akan seperti saat ini. Kinerja ekspor tidak selalu berjalan merangkak naik karena ada banyak tantangan yang siap menghadang di depan. Terpenting saat ini menjaga momentum sambil membuka peluang yang lain.

"Masyarakat punya kepercayaan yang meningkat ini tanda yang harus dijaga. Semuanya haru ditingkatkan kualitasnya tidak sekedar tapi harus siapkan semua output buat masyarakat," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penerimaan Pajak

Sebagai informasi, penerimaan pajak hingga 26 Desember 2021 mencapai Rp1.231,87 triliun, atau 100,19 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp1.229,6 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari partisipasi Wajib Pajak dan kerja keras lebih dari 46 ribu pegawai DJP hingga akhirnya penerimaan pajak berhasil melampaui target setelah 12 tahun.

Namun, Suryo melanjutkan euforia terkait keberhasilan ini hendaknya tidak berlebihan. Ke depan, tantangan akan semakin berat karena defisit APBN melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) hanya diperbolehkan sampai tahun 2022.

Pada saat yang sama, ketidakpastian dari pandemi COVID-19 masih terus membayangi. Penerimaan negara pun dituntut semakin besar agar defisit APBN di 2023 kembali di bawah 3 persen dari PDB.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel