Jokowi Resmikan Pabrik Industri Baja Berteknologi Modern, Hanya Ada 2 di Dunia

·Bacaan 1 menit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Pabrik Industri Baja Hot Strip Mill 2 milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. di Kota Cilegon Provinsi Banten, Selasa (21/9/2021). Jokowi mengatakan, pabrik tersebut menggunakan teknologi modern dan terbaru di industri baja.

"Hanya ada 2 di dunia, pertama di Amerika Serikat dan kedua di Indonesia yaitu, di Krakatau Steel. Saya tadi sudah melihat ke dalam proses produksinya ke dalam dan betul-betul teknologi tinggi," kata Jokowi saat peresmian seperti ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa.

Menurut dia, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hot rolled coil (HRC) sebesar 1,5 juta ton per tahun. Selain itu, PT Krakatau Steel merupakan pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan HRC kualitas premium.

"Produksinya akan terus kita tingkatkan sampai mencapai 4 juta ton per tahun dan dengan beroperasinya pabrik ini kita dapat memenuhi kebutuhan baja dalam negeri," kata dia.

Dengan produksi yang besar, Jokowi mengatakan akan menekan angka impor baja yang saat ini berada pada peringkat kedua komoditas impor Indonesia. Sehingga, diharapkan dapat menghemat devisa Rp 29 triliun per tahun.

"Jadi tidak ada lagi impor-impor yang kita lakukan," ucap Jokowi.

Harus Mampu Bersaing

Dia mengingatkan agar kualitas produk yang dihasilkan harus dapat bersaing dengan produk impor. Dengan begitu maka dapat memenuhi kebutuhan dunia industri Indonesia.

"Saya yakin akan menjadi komoditas yang mampu bersaing di komoditas regional dan global," tutur Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel