Jokowi Resmikan Pelabuhan Patimban di Subang

Syahrul Ansyari, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA - Presiden Jokowi resmi mengoperasikan Pelabuhan Patimban yang berada di Subang, Jawa Barat. Pelabuhan yang digadang-gadang menjadi pendamping Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ini diharapkan meningkatkan perekonomian nasional dan tentunya untuk masyarakat lokal.

Tentunya, Tanjung Priok yang selama ini menjadi tumpuan ekspor-impor barang di Tanah Air berbagi dengan Patimban dan pelabuhan-pelabuhan lain.

"Proyek ini memiliki peran yang penting peran yang strategis, baik dalam upaya meningkatkan perekonomian di Jawa Barat maupun nasional pada umumnya. Dan, juga berfungsi untuk memperkuat keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok yang sekarang ini sudah terlalu padat, serta telah menimbulkan kemacetan di ruas jalan Bekasi-Jakarta, Jakarta-Bekasi," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan pada soft Launching dan Pengoperasian Perdana Pelabuhan Internasional Patimban, Minggu, 20 Desember 2020.

Baca juga: Resmikan Pelabuhan Patimban, Jokowi Ingin Kepadatan di Tanjung Priok Terbagi

Jokowi juga bilang, target pelabuhan ini mampu melayani 3,75 juta kapasitas peti kemas atau TEUs bahkan hingga mencapai 7 juta TEUs bila operasional pelabuhan sudah seluruhnya rampung. Terlebih lagi, kata dia, lokasi Patimban dekat dengan Bandara Internasional Kertajati dan sektor industri.

"Dengan kapasitas car Terminal sebesar 218 ribu mobil CBU dan nantinya menjadi 600.000 kendaraan dan akan meningkatkan ekspor otomotif kita ke pasar global. Tetapi saya ingatkan, bahwa Pelabuhan Patimban ini juga harus mendukung ekspor produk-produk lainnya yang menggerakkan ekonomi UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, serta produk-produk lainnya sehingga mampu bersaing di pasar global," ujarnya.

Jokowi juga meminta jajaran menteri dan kepala daerah terkait untuk segera memikirkan nasib pelaku usaha UMKM. Jangan sampai pelabuhan ini menyingkirkan pelaku usaha kecil.

Jokowi ingin semua usaha, dari kecil hingga besar terkonsolidasi di Patimban dan sekelilingnya.

"Semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi sentra- sentra ekonomi baru dan memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik dan membuat produk-produk ekspor kita semakin efisien, semakin berdaya saing, semakin kompetitif," kata dia. (ase)