Jokowi sapa Xi Jinping kakak besar dalam pertemuan bilateral di Bali

Presiden RI Joko Widodo menyapa Presiden China Xi Jinping dengan sebutan kakak besar dalam pertemuan bilateral yang dilakukan keduanya usai penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Indonesia di Bali, Rabu.

"Sekali lagi saya ingin menyampaikan selamat datang di Bali kepada Presiden Xi Jinping dan senang sekali saya dapat menyambut kakak besar di Bali setelah pertemuan kita di Beijing,” ujar Jokowi dalam pertemuan bilateral yang dipantau melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden di Bali, Rabu malam.

Presiden Jokowi secara langsung juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Xi Jinping sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok.

"Tadi kita juga telah melihat penyelesaian kereta api cepat Jakarta-Bandung dan saya optimistis kereta cepat ini dapat beroperasi pada bulan Juni 2023,” ujarnya.

"Mengenai progres kerja sama yang lain-lain tadi sudah kami sampaikan pada Presidensi," tambah Jokowi.

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping dalam kesempatan itu mengatakan sangat senang bisa bertemu Presiden Jokowi.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi yang telah berhasil memimpin KTT G20.

Menurutnya, Presidensi Indonesia telah menyumbangkan tenaga Indonesia dalam hal memperdalam tata kelola global serta mendorong pemulihan ekonomi dunia.

Jinping menyampaikan sekitar tiga bulan yang lalu Presiden Jokowi berkunjung ke Beijing sebagai pemimpin negara sahabat pertama yang diterima pihak Tiongkok sejak pandemi COVID-19 merebak.

Adapun Xi Jinping menyatakan memilih Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi sejak Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China selesai.

"Hal ini membuktikan hubungan yang penting antara China-Indonesia dalam kebijakan luar negeri kita masing-masing," kata Jinping.

Jinping juga menyatakan kereta cepat Jakarta-Bandung dan hasil kerja sama lain yang telah disaksikan bersama merupakan pencapaian nyata yang tidak hanya memberikan kesejahteraan kepada rakyat dua negara, tapi juga memberikan hasil positif, baik di regional maupun global, serta memberikan teladan bagi sesama negara berkembang untuk mewujudkan solidaritas mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan.

"Saya bersedia melakukan komunikasi strategis secara mendalam dengan Bapak Presiden untuk bersama-sama mendiskusikan bagaimana mengembangkan hubungan bilateral dan merancang cetak biru Pembangunan Senasib Sepenanggungan China Indonesia. Diharapkan China-Indonesia dapat bergandengan tangan dalam mewujudkan tujuan pembangunan 100 tahun masing-masing dan bersama-sama mempromosikan misi umat manusia demi perdamaian dan pembangunan," jelasnya.