Jokowi: Saya enggak mau ah ngomongin Pemilu 2014

MERDEKA.COM. Jokowi sejauh ini masih tidak tergoda maju sebagai calon presiden 2014. Meski beberapa hasil survei gubernur DKI Jakarta ini selalu tertinggi, Jokowi menyambutnya dengan datar.

"Saya enggak mau ah ngomongin soal pemilu 2014, fokus benerin DKI Jakarta," kata Jokowi di sela-sela blusukan di Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (18/7).

Jokowi menepis tingkat elektabilitasnya bisa tinggi karena memakai jasa konsultan. "Kata siapa sepert itu, enggak lah. Saya fokus dengan perbaikan DKI Jakarta," ujarnya.

Kemarin, dalam survei yang dirilis Pusat Data Bersatu (PDB) pimpinan Didik J Rachbini, elektabilitas Jokowi diketahui mencapai 29,57 persen. Elektabilitas Jokowi ini mengalahkan Prabowo Subianto. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto itu di urutan kedua dengan elektabilitas 19,83 persen. Kemudian, ada Megawati dengan 13,08 persen, Aburizal Bakrie 11,62 persen dan Jusuf Kalla 5,47 persen.

Survei dilakukan pada 11-18 Juni 2013. Survei melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 30 provinsi.

Metode survei ini dilakukan dengan wawancara secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini 2,8 persen.

Tidak hanya difavoritkan sebagai capres, elektabilitas Jokowi juga tinggi jika mantan wali kota Solo itu menjadi cawapres. Jokowi menempati urutan teratas dengan 30,68 persen. Disusul Jusuf Kalla 18,29 persen, Hatta Rajasa 8,46 persen, Dahlan Iskan 6,32 persen dan Mahfud MD 3,93 persen.

Elektabilitas Jokowi ini diprediksi bisa turun menjelang pemilu dengan catatan ia gagal memimpin Jakarta. "(Elektabilitas) bisa saja berubah tergantung peristiwa. Misal saja Jokowi tidak beres mengurus Jakarta, bisa saja ini berubah. Tapi untung yang sekarang, Jokowi tetap yang teratas," kata Didik J Rachbini.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.