Jokowi: Saya Yakin Insyaallah, Ekonomi Indonesia Segera Recovery

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meyakini, perekonomian Indonesia dapat segera pulih, setelah terkontraksi minus 5,32 persen pada kuartal II 2020 akibat pandemi Covid-19. Menurut dia, hampir semua negara juga mengalami hal serupa.

"Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini insyaallah mampu untuk segera recovery, mampu melakukan pemulihan," ujar Jokowi dalam HUT ke-56 Partai Golkar dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Minggu (25/10/2020).

Jokowi mengatakan, pandemi Covid-19 membawa dampak buruk yang luar biasa dan telah menciptakan efek domino, baik dari sektor kesehatan maupun sosial dan ekonomi. Seluruh lapisan masyarakat terkena dampaknya, mulai dari tingkatan rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga korporasi.

"Perekonomian di berbagai negara mengalami kontraksi, bahkan resesi. Tak ada yang kebal dari pandemi, termasuk negara kita Indonesia" kata dia.

Jokowi menjelaskan sebelum pandemi, ekonomi Indonesia selalu tumbuh sekitar 5 persen. Di tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,02 persen.

Kondisi ini berubah sejak virus Corona mewabah di tanah air. Ekonomi Indonesia melambat menjadi 2,97 persen di kuartal I 2020 dan anjlok di angka 5,32 persen pada kuartal II tahun ini.

Namun, Jokowi optimistis ekonomi Indonesia akan pulih. Hal tersebut terlihat dari pergerakan berbagai indikator strategis selama kuartal III tahun 2020 yang telah menunjukkan perbaikan. Harga-harga pangan seperti beras tetap terjaga.

Neraca perdagangan September 2020 surplus

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selain itu, jumlah penumpang angkutan udara di bulan Agustus 2020 naik 36 persen dari bulan sebelumnya.

Neraca perdagangan September 2020 juga surplus US$2,44 miliar. Purchasing Managers Index (PMI) mulai memasuki tahap ekspansi kembali, dan telah terjadi peningkatan konsumsi.

"Ini artinya, peluang untuk mengembangkan usaha akan semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dan penciptaan lapangan kerja bisa semakin terbuka luas," jelas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak lupa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-56 bagi Partai Golkar.

"Semoga Partai Golkar yang sudah besar sekarang ini terus besar dan berkontribusi untuk Indonesia Maju," ucap Jokowi.

Saksikan video pilihan di bawah ini: