Jokowi Sebut 70 Persen Penduduk Indonesia Harus Disuntik Vaksin Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut setidaknya 182 juta atau 70 persen penduduk Indonesia harus disuntik vaksin Covid-19. Hal ini untuk mencapai herd immunity (kekebalan komunitas) sehingga pandemi Covid-19 di Tanah Air segera berakhir.

Jokowi mencotohkan apabila hanya 70 persen dalam satu RW yang divaksin, maka mengurangi risiko 30 persen warga lainnya dari virus corona. Adapun anak-anak yang dibawah usia 18 tahun tidak diberikan vaksin karena belum ada uji klinisnya.

"Misalnya, dalam lingkungan RW kita, semua tidak 100 persen divaksin semua. Yang anak kecil belum, karena vaksinnya itu belum diujikan," ujar Jokowi saat memberikan bantuan modal kerja kepada pedagang kecil dan mikro di Halaman Istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/12/2020).

"Artinya, kalau yang bisa divaksin ini sudah kira-kira 70 persen, yang 30 persen ini tidak divaksin, gapapa karena lingkungannya sudah bersih semua," sambungnya.

Menurut dia, program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada Januari 2021 dan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Kendati begitu, Jokowi mengakui program vaksinasi harus dilakukan bertahap mengingat banyaknya penduduk yang disuntik.

"Ini membutuhkan waktu karena yang (disuntik) minimal kurang lebih 67 persen, 70 persen penduduk harus divaksin. Artinya, 182 juta (orang) yang harus divaksin. Bayangkan nyuntik orang 182 (juta) sehari dapat berapa, butuh berapa bulan," jelasnya.

Untuk itu, Jokowi mengatakan masyarakat masih harus menunggu beberapa bulan lagi agar kondisi kembali normal. Dia meminta para pedagang tetap berjualan di masa pandemi Covid-19, meski omzet yang didapat tak banyak.

"Harus tahan banting, tahan cobaan sehingga usaha ini jangan sampai tutup ini yang perlu dijaga. Untungnya sedikit gapapa, tapi dijaga, jangan sampai berhenti," katanya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Prioritas Penerima Vaksin

Dia menyebut para dokter, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya akan diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid-19 lebih awal. Kelompok prioritas penerima vaksin lainnya yakni TNI-Polri dan guru.

"TNI dan Polri karena beliau-beliau ini menjaga kedaulatan negara. Polri menjaga ketertiban dan keamanan negara. Ini juga perlu didahulukan. Setelah itu, ke guru, setelah itu semuanya kita akan mendapatkan vaksinasi," tutur Jokowi.

Saksikan video pilihan di bawah ini: