Jokowi Sebut Bantuan Beras untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19 Sudah Jalan

·Bacaan 2 menit
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021). Vaksinasi di Stasiun Bogor menyasar petugas dan pekerja stasiun serta penumpang kereta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, penyaluran bantuan beras dari Badang Urusan Logistik (Bulog) sudah disalurkan sejak Jumt 16 Juli 2021 bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikannya saat mengunjungi gudang Bulog di Jakarta Utara pada Rabu (21/7/2021).

Jokowi pun memastikan bantuan beras kepada masyarakat akan terus berjalan.

"Jadi bukan akan, tapi sudah berjalan sejak Jumat lalu di Jakarta dan seluruh provinsi di negara kita. Ini terus berjalan sudah dimulai dan akan terus berjalan," kata Jokowi sebagaimana ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden

Dia menyebut total ada 10 kilogram beras yang akan diberikan kepada masing-masing keluarga penerima manfaat. Dia berharap bantuan beras dapat sedikit meringankan beban masyarakat karena kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Selain beras ini kan juga ada subsdi listrik, bansos tunai, kemudian BLT desa, kemudian subsidi untuk internet, PKH dan lain-lain," tutur Jokowi.

Disisi lain, dia juga memastikan bahwa stok beras nasional saat ini tercukupi. Berdasarkan data yang diterimanya, stok beras nasional saat ini mencapai 1.373.000 ton.

"Saya ingin memastikan bahwa stok nasional untuk beras cukup. Tadi Pak Ka (Kepala) Bulog menyampaikan bahwa stok yang ada di Bulog 1.373.000 ton. Artinya, stok (beras) kita cukup," kata Jokowi.

Tambahan Bansos

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan tambahan bantuan sosial kepada masyarakat. Hal ini meringankan beban masyarakat akibat PPKM.

Menurut dia, pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) tambahan sebesar Rp 39,19 triliun untuk masyarakat yang akan dikucurkan secepatnya oleh Menteri Keuangan dan Menteri Sosial. Bantuan itu berupa beras Bulog 10 kilogram untuk 18,9 jutaa keluarga penerima manfaat (KPM).

Kemudian, bansos tunai untuk 10 juta KPM, pemberian ekstra 2 bulan untuk 18,9 juta KPM sembako. Disamping itu, ada bansos tambahan untuk 5,9 juta KPM di seluruh daerah.

Pemerintah juga memberikan tambahan anggaran kartu Pra Kerja sebesar Rp 10 triliun dan subsidi listrik rumah tangga untuk 450 volt dan 900 volt. Subsidi listrik ini akan diperpanjang 3 bulan sampai Desember 2021.

"Subsidi kuota internet untuk siswa, guru, dosen selama 6 bulan dan juga subsidi listrik sampai Desember 2021," ucap Luhut dalam konferensi pers, Sabtu 17 Juli 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel