Jokowi Sebut Megawati Pantas Dapat Profesor Kehormatan, Ini Alasannya

·Bacaan 2 menit

VIVAPresiden Joko Widodo menyebut Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri sangat pantas menerima gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan.

Menurut Kepala Negara, Megawati merupakan sosok pemimpin yang mampu membawa Indonesia dalam masa transisi. Saat bangsa sedang mengalami berbagai masalah.

"Keputusan Unhan ini sangat tepat. Ibu Megawati Soekarnoputri merupakan seorang pemimpin strategis yang telah dicatat sejarah sebagai seorang pemimpin yang berperan besar dalam mendorong dan mengawal reformasi besar dalam tata politik dan pemerintah di Indonesia," ujar Presiden Jokowi, dalam pidatonya secara virtual usai Megawati menerima gelar Profesor Kehormatan pada Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik, pada Fakultas Strategi Pertahanan, Universitas Pertahanan, Jumat 11 Juni 2021.

"Saya menyampaikan selamat kepada ibu Megawati Soekarnoputri atas pengukuhan sebagai Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan untuk bidang Kepemimpinan Strategis Universitas Pertahanan Republik Indonesia," sambung Kepala Negara.

Pengukuhan kepada Megawati, kata mantan Gubernur DKI itu, artinya putri proklamtor Bung Karno itu bakal banyak memberikan bekal ilmu bagi Unhan maupun bangsa ini. Apalagi pengalaman kepemimpinan Megawati, sangat berguna untuk bangsa dan generasi ke depan.

"Keteguhan dan konsistensi beliau sudah teruji dalam memperjuangkan nasib wong cilik dalam memperjuangkan demokrasi dan hak-hak rakyat serta dalam menjaga dan memperjuangkan kedaulatan negara," tutur Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebut pengalaman Megawati sudah teruji di berbagai bidang dan medan. Sejak menjadi aktivis demokrasi, hingga menduduki jabatan tertinggi di pemerintah. Bahkan hingga kini jabatan menjadi ketua umum partai politik, PDI Perjuangan masih dipercayakan kepadanya.

"Sebagai aktivis pejuang demokrasi, Ibu Megawati Soekarnoputri menjadi simbol keberanian untuk memperjuangkan hak-hak politik rakyat. Beliau telah membangkitkan gerakan politik masyarakat bawah, gerakan politik wong cilik, yang sedang memperjuangkan hak-hak politiknya," urai Kepala Negara.

Selama Orde Baru, Megawati termasuk yang kritis kepada rezim. Hingga tak jarang mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan. Sejak 2004, juga berada di luar pemerintahan dan menjadi oposisi. Pada 2014, PDIP menang pemilu dan Jokowi terpilih sebagai Presiden RI ke-7 hingga menjadi bagian dari pemerintah.

"Sebagai seorang politisi, Ibu Megawati Soekarnoputri sudah memberikan contoh kepada kita semua, bahwa menjadi politisi itu tidak harus berada di dalam pemerintahan, menjadi politisi harus siap di dalam pemerintahan dan harus siap berada di luar pemerintahan," ujar Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel