Jokowi Sebut Pengganti Tjahjo Kumolo sebagai Menpan RB Masih Dalam Proses

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum menentukan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) pengganti almarhum Tjahjo Kumolo. Dia mengatakan saat ini pengganti Tjahjo masih dalam proses.

"Belum, masih dalam proses semuanya," kata Jokowi kepada wartawan di Pasar Sukamandi, Kabupaten Subang, Selasa (12/7).

Menurut dia, saat ini masih dalam suasana berduka. Sehingga, Jokowi pun masih belum memutuskan siapa sosok yang akan menjadi Menpan-RB pengganti Tjahjo.

"Kita juga menunggu, masih berduka," ucap Jokowi.

Pengganti Tjahjo Kumolo Bukan Diputuskan PDIP

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, mengatakan bahwa kewenangan menunjuk pengganti Tjahjo Kumolo sebagai Menan-RB ada di tangan Presiden Jokowi. Karena itu, Bambang menegaskan bahwa pengganti Tjahjo Kumolo bukan ditentukan oleh partai berlogo kepala banteng ini.

"Ini otoritas sebagai presiden, berarti kewenangan mengganti ada (di) Pak Jokowi presiden," kata Pacul, di kompleks Parlemen Senayan, Kamis (7/7).

Meski demikian, Pacul meyakini Presiden Jokowi akan terlebih dahulu berdiskusi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk mencari pengganti Tjahjo Kumolo. Pasalnya, Tjahjo adalah kader PDI Perjuangan

"Nanti dia akan bicara dengan ibu ketum, dugaan saya hampir pasti. Karena ini adalah kader PDI Perjuangan," kata dia.

Namun demikian, Pacul belum bisa memastikan apakah nantinya pengganti Tjahjo Kumolo adalah kader dari PDI Perjuangan. Sehingga, pihaknya menyerahkan sepenuhnya terhadap Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif mutlak.

Adapun saat ini Jokowi menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Menpan-RB Ad Interim. Tito ditunjuk sebagai Menpan-RB Ad Interim hingga 15 Juli 2022.

Reporter: Lizsa Egeham/Liputan6.com. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel