Jokowi Sebut PPKM Tak Efektif, Anehnya Tangerang Merasa Berhasil

Ezra Sihite, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kota Tangerang merilis bahwa pada saat ini wilayahnya sudah keluar dari zona merah penyebaran COVID-19. Hal ini terjadi karena Tangerang mengklaim justru berhasil menekan angka kasus aktif COVID-19 selama satu minggu terakhir.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, angka kasus aktif COVID-19 menjadi yang terendah di Provinsi Banten. Hal itu terjadi setelah adanya penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM (PPKM)

"Dalam satu minggu terakhir, kasus aktif bisa ditekan dengan persentase di angka -3,46 persen. Sedangkan rata-rata di Provinsi Banten 4,73 persen," kata Arief di Tangerang, Banten pada Senin, 1 Februari 2021.

Lanjutnya, wilayah Kota Tangerang pun saat ini tengah menuju untuk ke zona kuning penyebaran COVID-19, karena selain mampu menekan angka kasus aktif, kasus kesembuhan di wilayah tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten.

"Persentase angka kesembuhan Kota Tangerang menjadi yang tertinggi di wilayah Provinsi Banten mencapai 3,57 persen, sedangkan secara keseluruhan di Provinsi Banten yakni -4,42 persen," ujarnya.

Arief juga berharap agar masyarakat dapat berperan serta aktif dalam menekan angka penyebaran COVID-19 dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 hingga akhirnya Kota Tangerang menjadi daerah bebas Covid-19.

"Tetap terapkan 4M, yaknumi mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan, agar kita semua bisa lalui pandemi Covid-19," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang sebanyak 6.020 kasus. Lalu, angka kembuhan sebanyak 5.471 dan meninggal dunia sebanyak 123 kasus.

Namun demikian Presiden Jokowi sendiri kemarin menyatakan bahwa dia menilai pemberlakukan PPKM di Jawa-Bali tidak efektif. Hal itu disesalkan Presiden. Atas hal tersebut sejumlah pihak merespons termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta agar pemerintah cari formulasi baru untuk menekan penyebaran virus Corona COVID-19.