Jokowi Sebut Provinsi Padang, Wagub Sumbar: Mungkin Teringat Pak Mahyeldi Masih Jadi Wali Kota

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Padang - Presiden Joko Widodo salah ucap dalam pidatonya saat mengunjungi lokasi pembangunan jalan tol ruas Pekanbaru-Padang, Rabu (19/5/2021). Ia menyebut provinsi Padang, sementara yang benar adalah Provinsi Sumatera Barat.

"Dan produk-produk yang ada baik di Provinsi Riau dan di provinsi Padang nantinya akan memiliki daya saing yang baik. Terutama dalam rangka bersaing dengan produk-produk dari negara-negara lain," ujar Jokowi dalam pidato.

Salah ucap tersebut, kemudian viral di jagad maya. Provinsi Padang menjadi trending topic di media sosial Twitter.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy hanya memberikan sedikit komentar ketika diminta tanggapan soal provinsi Padang itu. Menurutnya, Presiden Jokowi salah ucap karena ketika melihat Gubernur Sumbar Mahyeldi, Jokowi masih teringat saat orang nomor satu di Sumbar itu menjabat sebagai Wali Kota Padang.

"Namun, bisa jadi Pak Jokowi cukup terkesan dengan Pak Mahyeldi selama beliau menjabat Wali Kota Padang," katanya kepada Liputan6.com, Rabu (19/5/2021).

Bahkan, lanjutnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi kerap diundang oleh presiden untuk mengikuti berbagai acara seperti Bank Wakaf dan sebagainya.

"Ketika pelantikan gubernur dan wakil gubernur Sumbar di Istana Negara beberapa waktu lalu, Presiden mengatakan bahwa ia kenal baik dengan Pak Mahyeldi," jelas Audy.

Oleh sebab itu, menurut Audy, salah penyebutan nama provinsi ini, bisa jadi karena presiden ingat dengan sosok Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang.

"Mungkin seperti itu," ia menambahkan.

Sementara Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono memberikan penjelasannya. Ia mengatakan bahwa apa yang disampaikan Presiden Jokowi murni salah pengucapan.

"Maksudnya Provinsi Sumbar, Kota padang. Kan jalan tol dari Pekanbaru sampai Padang," ujar Heru.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel