Jokowi: Sebut Saja Terowongan Multi-Guna

Liputan6.com, Jakarta : Jokowi: Namanya Terowongan Multi-Guna

Gorong-gorong yang ada di DKI Jakarta dibuat sejak tahun 1970 dengan diameter 60 cm. Gorong-gorong ini berbeda dengan gorong-gorong di beberapa negara lain yang umumnya disebut The Deep Tunnel, dengan diameter 10 m lebih.

Sejak 2007, konsep itu telah dipresentasikan pada pemrov DKI. Namun, Gubernur Joko Widodo atau Jokowi enggan menyebutnya dengan nama Deep Tunnel.

"Ini jadi namanya jangan yang (bahasa) Inggris lah. Namanya sekarang Terowongan Multi-Guna. Sekarang Terowongan MG, Multi-Guna," jelas Jokowi di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (28/12/12).

Terowongan itu dinamakan multi-guna karena tidak hanya akan berfungsi sebagai gorong-gorong. Tapi juga untuk air limbah dan air baku, kabel-kabel optik, dan lain sebagainya.

"Ini kan makro desainnya sudah ada. Artinya, antara MRT dengan jalan tol dengan Deep Tunnel sudah saling sambung lah," jelasnya.

Jokowi telah merangkum mulai dari pengaturan, desain, jalur, dan cara membuat terowongan multi-guna dari MT. Haryono-Pluit dan berjanji menunjukkannya ke media.

"Jangan orang berpikiran: Waduh, itu akan menggali pakai cangkul, misalnya. Nanti akan saya tunjukkan bagaimana cara pembuatan terowongannya. Ini semuanya biar jelas," lanjut Jokowi.

The Deep Tunnel telah ada di kota-kota metropolitan di dunia, diantaranya Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, Chicago dan Milwaukee di Amerika Serikat. Di Chicago sendiri sejak 1960, konsep The Deep Tunnel sepanjang 176 km dengan diameter 107 m, sudah dipelajari. Dimulai dengan pembangunan fase 1 pada tahun 1975, selesai 85% untuk meminimalisir air limbah. Fase 2 pada 1990 untuk penanggulangan banjir. Proyek tersebut membutuhkan waktu 30 tahun sehingga diharapkan selesai 100% pada 2015. (Ism)