Jokowi Sebut Tren Investasi Sudah Bergeser ke Luar Pulau Jawa

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Model investasi di Indonesia disebut kini mulai bergeser. Dahulu penanam modal, investor maupun para perusahaan lebih suka fokus di pulau Jawa. Namun belakangan ini telah melirik pembangunan di sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu saat berbicara pada acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2021 yang dilangsungkan secara virtual.

"Penanaman modal diinvestasikan di luar Jawa 50,5 persen dan di Jawa 49,5 persen. Investasi sudah sedikit bergeser ke luar Jawa, artinya kita mempunyai modalitas yang kuat untuk bangkit dan untuk tumbuh," kata Jokowi pada Kamis 25 Februari 2021.

Jokowi menyatakan, tren positif ekonomi Tanah Air juga ditandai oleh nilai ekspor.

Tercatat, surplus neraca perdagagan pada 2020 sebesar US$21,74 miliar. Padahal di tahun 2019 Indonesia mengalami defisit US$3,59 miliar dolar AS.

"Saya juga memperoleh laporan cadangan devisa di Bank Indonesia saat ini sebesar US$135 miliar. Lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan cicilan utang luar negeri dan impor satu tahun. Rupiah pun cukup stabil. Pasar modal masih atraktif dengan total kapitalisasi pasar Rp6.970 triliun dan jumlah investor lokal tumbuh pesat hingga empat juta investor ritel," kata Jokowi lagi.

Menurut Kepala Negara, tanda-tanda pemulihan ekonomi sudah terlihat dengan terbitnya Undang Undang Cipta Kerja. Melalui beleid tersebut lanjutnya, pemerintah menyiapkan aturan terkait reformasi struktural di berbagai sektor. Dan UU Cipta Kerja juga diklaim bakal memudahkan terciptanya lapangan kerja.

"Sumbangsih dari para ekonom, pelaku usaha dan investor dalam formulasikan kebijakan ekonomi yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia akan sangat berarti. Sehingga begitu pandemi selesai kita bisa tumbuh dengan baik. Mari kita buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita di 2021 lebih tinggi dari yang diperkirakan serta lapangan kerja terbuka dan kesejahteraan meningkat," kata Presiden Jokowi.