Jokowi soal Krisis Kembar akibat COVID-19: Sangat Tidak Mudah

Mohammad Arief Hidayat, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa krisis kesehatan dan krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan. Kombinasi antara gas dan rem harus dijalankan secara tepat guna menyelaraskan kedua aspek itu.

"Ini hal yang tidak mudah, sangat tidak mudah," kata Jokowi dalam telekonferensi pada forum 'How To Accelerate Economic Growth', Rabu, 27 Januari 2021.

Penanganan kesehatan dan penanganan ekonomi, Kepala Negara menjelaskan, sama-sama penting untuk ditangani dalam waktu bersamaan. Sebab keduanya merupakan masalah strategis.

Baca: Kasus Harian COVID-19 RI Mulai Rutin di Atas 10.000 dan Kuburan Penuh

Karenanya, Jokowi memastikan bahwa agenda jangka pendek yang akan segera dilakukan oleh pemerintah untuk mengawali tahun 2021 adalah dengan menjalankan program vaksinasi COVID-19 secara massal secepat-cepatnya.

Menurut Kepala Negara, vaksinasi menjadi salah satu kebijakan prioritas, dan pemerintah ingin bekerja cepat untuk memperoleh ratusan juta dosis vaksin di tengah dominasi negara maju dalam mendapatkan vaksin.

"Persiapan infrastruktur, persiapan data, persiapan vaksinator. Sekarang ini kita sudah memiliki kurang lebih 30 ribu vaksinator dan lain sebagainya, sudah disiapkan dengan baik," kata Jokowi.

Presiden menambahkan, pemerintah tengah mengupayakan program vaksinasi massal ini agar secepatnya bisa dilaksanakan untuk mengejar terbentuknya kekebalan komunal alias herd immunity.

Namun demikian, pemerintah juga ingin mengingatkan bahwa protokol 3T, yakni testing, tracing, dan treatment, serta kesiagaan fasilitas kesehatan pendukung harus terus dilakukan.

Selain itu, gerakan disiplin protokol kesehatan harus tetap berjalan, khususnya disiplin 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Harus ada sinergi antarelemen, mulai dari struktur paling atas di provinsi, yakni gubernur, bupati, wali kota, sampai ke level yang bawah seperti kepala desa, RT dan RW, semuanya harus dilibatkan. Agar yang namanya disiplin protokol kesehatan betul-betul bisa kita perkuat," ujar Presiden.