Jokowi Soal Lebaran Blusukan: Pemimpin Banyak Salahnya

TEMPO.CO, Jakarta - Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah, Gubernur Joko Widodo memilih merayakan di sejumlah kampung di Jakarta dan hanya mengelar halal bihalal sederhana di Balai Kota. Ia mengaku sengaja tak mengelar open house di kediaman dinasnya, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat. Apa sesungguhnya alasan Jokowi?

 Menurut Jokowi, pemimpin itu pelayan masyarakat yang memiliki banyak kesalahan kepada rakyatnya. Karena itu, bukan rakyat yang seharusnya berduyun-duyun mendatangi pemimpin dalam momen Idul Fitri. Justru pemimpin yang harus datang untuk meminta maaf. (baca:Jokowi Akan Berlebaran di 5 Tempat Ini)

"Apapun yang namanya pemimpin banyak salah dan kekeliruan dalam membuat kebijakan sehingga pemimpin perlu meminta maaf ke rakyat," kata Jokowi di Balai Kota, Kamis 8 Agustus 2013. " Bukan rakyatnya yang ke kita"

Mantan Walikota Solo tersebut tadi mengenakan baju koko putih dan bawahan berwarna hitam serta sarung diselempangkan dipundaknya seperti warga Betawi. Didampingi istrinya, Iriana yang mengenakan kaftan berwarna coklat serta memakai jilbab. Turut hadir pula dua putranya, Kaeyang Ayu dan Kaesang Pangarep. Adapun putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka tidak turut hadir karena masih di Solo.

Saat di Balaikota, turut hadir pula Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang mengenakan batik berwarna coklat berserta istri, Veronica Tan. Saat ini, Jokowi beserta istri dan anaknya, Ahok beserta istri, SKPD, Kepala Dinas, dan asisten pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sedang berada di ruang rapat di lantai 1 Balaikota.

Adapun jamuan makanan di Balai Kota pada lebaran kali ini antara lain lontong sayur, opor ayam, dan sambal goreng ati.Namun sebelumnya Jokowi beserta Istri melangsungkan sholat Ied di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat.

WIDIARSI AGUSTINA | LINDA TRIANITA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.