Jokowi: Sumpah Pemuda Membawa Energi Positif Menyatukan Perbedaan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, momentum Hari Sumpah Pemuda membawa energi positif di Indonesia yang mempersatukan perbedaan. Menurut dia, Sumpah Pemuda bisa menurunkan ego persaingan dan perbedaan yang menghancurkan.

"Sumpah Pemuda membawa energi positif, menyatukan persaingan dan perbedaan tidak harus melupakan. Semua bisa kita selesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama," kata Jokowi saat memberikan sambutan puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020).

Jokowi percaya, bersatu dan bekerja sama adalah kunci untuk mencapai Indonesia maju. Dia berpesan, demi menjaga persatuan harus terus dilakukan, maka solidaritas harus tetap utuh.

"Keindonesiaan harus selalu dijaga dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan, kita harus saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas," yakin Jokowi.

Perwujudan semangat kebersamaan dan solidaritas, lanjut Jokowi, akan terwujud dengan pembangunan yang adil dan merata. Membangun Indonesiasentris, membangun dari pinggiran, desa, pulau terdepan hingga perbatasan.

"Dengan pembangunan merata dan berkeadilan, seluruh masyarakat bisa berkontribusi dan ikut serta memajukan Indonesia, infrastruktur yang memudahkan konektivitas antarwilayah, antarpulau untuk mempersatukan Indonesia," tandas Jokowi.

Jokowi Usung Semangat Bersatu Lawan Corona

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) meninjau fasilitas produksi dan pengemasan di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat Selasa (11/8/2020).  Jokowi menggunakan pakaian lengkap penelitian untuk melihat Laboratorium Bio Farma. (Foto: Biro Pers Kepresidenan)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) meninjau fasilitas produksi dan pengemasan di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat Selasa (11/8/2020). Jokowi menggunakan pakaian lengkap penelitian untuk melihat Laboratorium Bio Farma. (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

Presiden Jokowi menyampaikan gelora Hari Sumpah Pemuda ke-92. Menurutnya, ikrar yang terucap pada 28 Oktober 1928 di Batavia, masih relevan dengan situasi dan kondisi pemuda saat ini.

"Ikrar itu masih bergema, semangat, tekad, dan cita-cita Indonesia tetap menyala," kata Jokowi di akun Instagram pribadinya, @jokowi, seperti dilihat Liputan6.com, Rabu (28/10/2020).

Menurut Jokowi, banyak hal yang harus diamini dari peristiwa yang tejadi di Batavia kala itu. Sejumlah pemuda dari berbagai latar belakang, mengesampingkan perbedaan demi persatuan Indonesia.

"Mereka melupakan perbedaan, mengumandangkan ikrar bersama, seraya menganyam impian tentang Indonesia," ucap Jokowi.

Jokowi berharap, refleksi Sumpah Pemuda tahun ini dapat bersama membantu Indonesia keluar dari lubang jarum pandemi Covid-19.

Jokowi percaya, ketika semua bersama dan bersatu Indonesia akan terus bergerak maju.

"Bersatu melewati masa sulit pandemi, bangkit menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju," Jokowi menandasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini: