Jokowi Tak Akan Tuntut Rhoma Irama

TEMPO.CO, Jakarta:  Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membantah kabar kalau kubunya akan menggugat pedangdut legendaris Rhoma Irama. Pada satu ceramahnya di Masjid Al Isra' Tanjung Duren, Jakarta Barat, Juli lalu, Rhoma meminta warga Jakarta yang muslim tidak memilih pemimpin non-muslim. Selain itu, dia juga menuding ibu Jokowi beragama Kristen.

»Saya tidak akan menuntut,” kata Joko pada Tempo, di Hotel Atlet Century, Sabtu, 11 Agustus 2012. Menurut Joko, salahsatu anggota tim suksesnya, Denny Iskandar, memang sempat menyatakan akan menggugat Rhoma dengan delik pidana umum terkait penyebaran informasi palsu. »Tapi itu pernyataan pribadi,” katanya.

Sejumlah orang di tim suksesnya, kata Jokowi, memang kesal dan marah mendengar ucapan Rhoma Irama. »Tapi saya tidak akan menggugat,” katanya. Namun, dia mengaku tidak tahu jika ada kerabat Ibunya yang memutuskan sebaliknya.  

Menurut Jokowi, dia dan tim suksesya menyerahkan kasus ini sepenuhnya pada Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Dihubungi terpisah, Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan akan mengumumkan hasil analisis dan kajian dugaan sentimen SARA yang dilakukan raja dangdut itu pada Ahad esok, 12 Agustus 2012. "Bersamaan dengan buka puasa Panwaslu dengan tokoh agama dan tokoh nasional," katanya.

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

Berita Terpopuler:

Rhoma Irama Ancam Penyebar Ceramahnya

Rhoma Irama Dicekal MNC Grup?

Lolos Uji Emisi, Mobil Esemka Siap Produksi

Rhoma Irama Bakal Gugat Penyebar Isi Ceramah SARA

2014, Rakyat Bisa Pilih Kalla, Prabowo, Mahfud atau Dahlan

Panwaslu Lindungi Pelapor dari Gugatan Rhoma

Seberapa Penting Luna Maya Bagi Ariel

RCTI Bantah Cekal Rhoma Irama

Bakal Diadukan Jokowi-Ahok, Rhoma Bungkam

MNC Juga Bantah Mencekal Rhoma

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.