Jokowi: Tak Mau Belajar Teknologi Baru, Insinyur dan Dokter Bakal Digantikan Robot

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat untuk terus terbuka pada wawasan baru di era digital saat ini.

Terutama dengan kehadiran teknologi canggih seperti robot, yang diperkirakan bakal mengambil alih peran sejumlah tenaga ahli seperti insinyur dan dokter.

Jokowi mengatakan, efek perubahan zaman sudah terasa pada profesi-profesi konvensional seperti kasir, yang kerjaannya telah digantikan oleh teknologi.

"Ke depan akan lebih banyak lagi berubah jadi fintech. Penerjemah, sudah banyak sekali sekarang hilang karena ada aplikasi translation. Insinyur-insinyur juga bisa diganti, hati-hati dengan advanced robotic," ujarnya, Rabu (13/10/2021).

RI 1 pun menyebut, profesi sebagai dokter juga harus bisa menjawab tantangan zaman. Mereka dihimbau agar tidak hanya fokus seputar hal-hal medis saja, tapi juga harus mau mempelajari urusan robot.

"Dokter sekarang sudah terjadi bukan hanya urusan obat dan lainnya, tapi juga harus ngerti urusan robotik. Karena surgery saat ini bisa dilakukan dengan advanced robotic, dan jarak jauh lagi," jelas Jokowi.

"Perkembangan-perkembangan seperti ini kalalu tidak kita segera antisipasi, bisa tertinggal kita. Jadi dokter di faktultas kedokteran harus segera mulai ada mata kuliah robotik, sehingga skill-hal-hal baru selalu di-update teknologinya," imbuhnya.

Permintaan Jokowi

Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Bali Fintech Agenda IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Jokowi mengaku mengacu pada kebijakan Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara kelahiran internet. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Bali Fintech Agenda IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Jokowi mengaku mengacu pada kebijakan Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara kelahiran internet. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Oleh karenanya, Jokowi meminta agar perguruan tinggi bisa menjawab kebutuhan zaman akan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Sehingga para mahasiswa bisa mengembangkan potensinya di luar jurusan yang mereka ambil.

"Pendidikan tingi kita harus memfasilitasi pengembangan talentanya. Jangan dipagari oleh program-program studi yang justru membelenggu, karena semuanya akan hybrid, hybrid knowledge, hybrid skill. Sehingga yang namanya mahasiswa harus paham semua," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel