Jokowi: Target Kita 70 Juta Penduduk Sudah Divaksinasi Covid-19 di Juli

·Bacaan 2 menit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah saat membuka secara virtual, Jumat (2/4/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi atau Jokowi menargetkan 70 persen penduduk Indonesia sudah menerima vaksin Covid-19 pada Juli 2021. Untuk itu, dia meminta kepala daerah untuk mendukung penuh program vaksinasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberi arahan kepada peserta Rapat Koordinasi Kepala Daerah di Istana Negara Jakarta, Rabu 14 April 2021. Setidaknya, ada 114 petahana dan 255 kepala daerah baru yang hadir dalam acara ini.

"Kita ingin nanti di bulan Juli, target kita paling tidak 70 juta penduduk kita harus sudah divaksinasi. Nanti kurvanya akan keliatan turubnya di bulan Juli kalau vaksinasinya bisa mencapai 70 juta orang," jelas Jokowi dilihat di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (15/4/2021).

Adapun pemerintah menargetkan 181 juta penduduk Indonesia harus divaksinasi Covid-19 untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Sebanyak 10.477.506 penduduk sudah menerima vaksin dosis pertama per 14 April 2021.

Dia meyakini apabila pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro terus dijalankan serta protokol kesehatan dilakukan secara ketat, maka program vaksinasi akan berjalan dengan baik sesuai sasaran.

Adapun mereka yang diprioritaskan menerima vaksin covid-19 yakni, tenaga kesehatan, pelayan publik, para lansia, hingga masyarakat yang berada di lokasi-lokasi interaksi tinggi serta memiliki mobilitas yang juga tinggi.

"Itu yang diberikan prioritas terlebih dahulu. Dengan cara ini kita harapkan pemulihan kesehatan bisa segera kita capai," ucapnya.

Seimbangkan Gas dan Rem

Disamping itu, Jokowi mengingatkan kepala daerah untuk tetap menyeimbangkan gas dan rem antara pemulihan kesehatan dan ekonomi saat menangani Covid-19. Namun, dia menekankan bahwa pencegahan penyebaran virus corona harus menjadi prioritas.

Pasalnya, ekonomi tak dapat pulih apabila sektor kesehatan belum teratasi. Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepala daerah untuk berhati-hati dalam membuka sektor-sektor ekonomi agar tak terjadi peningkatan kasus Covid-19.

"Jangan sampai karena kasusnya sudah turun, kemudian tergesa-gesa untuk membuka sektor-sektor yang ada. Lakukan itu, tetapi per sektor. Caranya harus tepat agar dampak ekonominya bisa kita kendalikan dengan baik," ujar Jokowi.

Menurut dia, kasus harian Covid-19 secara nasional sudah mengalami penurunan sejak beberapa minggu terkahir. Jokowi menyebut kasus harian Covid-19 dalam tiga minggu terakhir berada di angka 4.000 sampai 6.000.

Sementara, kata dia, pada Januari kasus aktif harian Covid-19 di Indonesia menyentuh angka 14.000 hingga 15.000. Jokowi menuturkan penurunan kasus harian ini karena kebijakan PPKM Mikro yang diterapkan dari lingkup terkecil.

"Lakukan PPKM mikro ini agar menemukan kasus-kasus baru yang ada. Kemudian, mengisolasi lingkungan terkecil sebelum kasus itu menyebar lebih luas lagi," tutur dia.

"Jadi jangan sampai kita ini me-lockdown kota atau me-lockdown kabupaten. Karena di satu kabupaten mungkin yang kasusnya hanya terjadi di sebuah desa atau dua desa. Ya desa itu yang diisolasi sehingga tidak menyebar lebih luas lagi," sambung Jokowi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: