Jokowi Targetkan 70 Juta Penduduk Pada Juli Sudah Divaksin COVID-19

Hardani Triyoga, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo menargetkan 70 juta warga sudah divaksin COVID-19 hingga Juli 2021. Jokowi mengingatkan target itu saat memberikan arahan kepada 150 lebih kepala daerah baru yang terpilih.

Mantan Gubernur DKI itu menyampaikan kepada para gubernur, bupati dan wali kota yang baru menjabat, pelaksanaan vaksinasi adalah salah satu tugas paling dekat dan ikut mendukung penuh program pemerintah pusat tersebut.

"Kita ingin nanti di bulan Juli, target kita paling tidak 70 juta penduduk kita harus sudah divaksinasi. Nanti kurvanya akan keliatan turunnya di bulan Juli kalau vaksinasinya bisa mencapai 70 juta orang," kata Jokowi seperti disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis, 15 April 2021.

Untuk diketahui, hingga akhir 2021, pemerintah pemerintah mau sekitar 181 juta penduduk sudah mendapatkan imunisasi COVID. Jumlah itu sudah dihitung untuk menciptakan kekebalan kelompok atau dikenal herd immunity.

Selain itu, Jokowi mengingatkan, kebijakan di daerah masing-masing yang mematok gas dan rem antara penanganan kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi.

"Gas dan remnya harus dilakukan secara tepat karena yang namanya COVID-19 ini barangnya tidak kelihatan. Jangan sampai terlalu mendahulukan ekonomi kemudian tidak memperhatikan penyebaran COVID-19, yang terjadi kenaikan kasus meningkat, pertumbuhan ekonominya justru tertekan turun," jelas Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi tak bosan-bosan menyampaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro secara ketat. Kata dia, jangan terapkan kebijakan yang sifatnya menutup wilayah hingga tingkat kota atau kabupaten hanya karena ketergesaan.

Menurut dia, melalui PPKM mikro yang disiplin,kasus harian aktif secara nasional di kisaran 4-6 ribu. Tentunya angka itu telah mengalami penurunan dibanding periode-periode sebelumnya. Hal tersebut jika merujuk Januari 2021 yang sempat menyentuh 14 ribu-15 ribu kasus harian.

"Isolasi lingkungan terkecil sebelum kasus itu menyebar lebih luas lagi. Jadi, jangan sampai kita itu me-lockdown kota atau kabupaten. Kalau di satu kabupaten kasusnya hanya terjadi di satu atau dua desa, ya desa itu yang diisolasi sehingga tidak menyebar lebih luas," ujar Jokowi.