Jokowi Targetkan Semua Tanah di Indonesia Bersertifikat pada 2025

Daurina Lestari, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Jokowi kembali membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat. Kali ini, Kepala Negara secara simbolis memberikan sebanyak 1 juta sertifikat yang berada di 31 provinsi.

Pada kesempatan itu, Presiden memberi target tinggi kepada menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), sejak menjabat di periode pertama.

"Satu juta, hari ini satu juta. Satu juta sertifikat adalah jumlah yang sangat besar sekali," kata Jokowi dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat se-Indonesia di Istana Negara, Senin 9 November 2020.

Jokowi ingat betul, sebelum 2017, setiap tahunnya hanya 500 ribu sertifikat diberikan oleh pemerintah. Target tinggi pengurusan sertifikat ini, kata Jokowi, juga disertai 'ancaman' kepada jajaran menteri hingga kepala Badan Pertanahan yang ada di daerah.

"Saya hanya ngomong hati-hati. Kita bekerja dengan target," ungkapnya.

Jokowi menargetkan pada 2025 semua bidang tanah yang dimiliki warga harus sudah sudah bersertifikasi.

"Target kita itu di 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia ini harus sudah bersertifikat. Insya Allah sudah bersertifikat. Tidak ada lagi orang punya tanah, tapi tidak punya sertifikat. Harus, 2025," kata Jokowi.

Baca juga: Kalah Pilpres, Donald Trump Akan Diceraikan Melania?

Jokowi mengungkapkan, saat ini di seluruh Tanah Air, tanah yang harus disertifikatkan ada 126 juta sertifikat. Namun, pada 2015 baru ada 46 juta sertifikat,

“Jadi masih kurang 80 juta. Kalau satu tahun hanya 500 ribu, artinya nunggu 160 tahun," ujar Jokowi.

Kepala Negara pun mengapresiasi kepada seluruh jajaran di Badan Pertanahan Nasional atas kinerja mereka dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan. Artinya, dengan target tinggi yang dicanangkan, perlahan sudah terlihat secara signifikan distribusi penyerahan sertifikat.

Jokowi juga menyebut, dalam kunjungan kerjanya ke daerah, banyak kegiatan yang secara langsung penyerahan sertifikat.