Jokowi Tegaskan Batik Jadi Cinderamata Indonesia untuk Tamu Penting KTT G20

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan perihal batik, dalam unggahannya di akun Instagram. Kepala negara mengatakan, batik adalah warisan budaya yang sudah diakui oleh badan PBB bidang Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan.

"Batik Indonesia adalah warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi yang diakui UNESCO," tulis Jokowi, seperti dikutip pada Minggu (20/11).

Jokowi mengungkap, batik menjadi cindera mata yang diberikan Indonesia kepada para pemimpin negara G20 dan para delegasi internasional yang hadir.

"Mereka mengenakan batik saat menghadiri gala dinner KTT G20 di Bali. Batik-batik aneka corak dan warna itu jadi cinderamata Indonesia untuk tamu-tamu penting kita," jelas Jokowi.

Terkait batik, sebelumnya seorang YouTuber politik di London bernama Mahyar Tousi, mencuitkan komentar negatif kepada delegasi yang menggenakan batik melalui akun Twitter miliknya.

"What on earth are these idiots wearing?!" tulis akun @MahyarTousi dikutip Bytrendz, Rabu (16/11).

Cuitan Mahyar Tousi ditujukan kepada foto delegasi G20 yakni Presiden FIFA Gianni Infantino, Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hasan, Perdana Menteri Kanada Justin Tredeau, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dan pendiri World Economic Forum (WEF) Klaus Martin Schwab berjejer bersama saat gala dinner KTT G20.

Mereka kompak mengenakan batik dengan beda corak yang mengagumkan. Namun sayangnya, foto itu dicemooh Mahyar Tousi lewat cuitan berisi kalimat negatif.

Reporter: Radityo [cob]