Jokowi Tegaskan Semua Komoditas RI Didorong Hilirisasi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak agar menggunakan momentum krisis pandemi COVID-19 untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Salah satunya mengubah ketergantungan ekonomi dari sektor konsumsi ke sektor produksi.

Ia mencontohkan, transformasi di sektor industri telah dilakukan dengan hilirisasi komoditas nikel yang akan diolah menjadi komoditas jadi bernilai tambah. Seperti baterai litium.

“Semua komoditas yang ada kita dorong untuk hilirisasi, untuk industrialisasi, misalnya nikel dalam 3-4 tahun akan berubah menjadi barang jadi, lithium baterai, baterai listrik, baterai mobil listrik,” ujar Jokowi dalam Kongres ISEI XXI dan Seminar Nasional 2021, yang digelar secara virtual di Jakarta, Selasa, 31 agustus 2021.

Selain nikel, Jokowi juga meminta komoditas tambang seperti bauksit dan komoditas perkebunan. Seperti kelapa sawit harus diolah untuk menghasilkan barang bernilai tambah.

Baca juga: Baru 359.703 Perusahaan di Seluruh Indonesia yang Rajin Serahkan WLKP

Di samping itu, dia juga mendorong percepatan transformasi di sektor pertanian yang menyentuh aspek hulu hingga hilir. Produksi komoditas pertanian, harus diversifikasi, serta kelembagaan petani dengan model klaster juga harus diperkuat.

Selain itu, badan usaha milik petani, koperasi dan Badan Usaha Milik Desa juga harus selalu dikembangkan. "Nilai tambah komoditas pertanian pascapanen harus ditingkatkan, serta aspek pemasaran diperluas dengan menjalin kemitraan dengan industri,” ujar Jokowi.

Ia menekankan, upaya sinergi dari seluruh pihak adalah kunci upaya transformasi ekonomi nasional. Sinergi antara berbagai pihak sangat dibutuhkan karena tantangan transformasi ekonomi sangat kompleks.

“Saya berharap kongres ini melahirkan gagasan dan pemikiran maju yang akan membawa bangsa kita melalui masa sulit ini,” kata Jokowi. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel