Jokowi Terus Ingatkan UMKM Hati-Hati Saat Pinjam Modal ke Bank, ini Sebabnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jayapura, Papua. NIB tersebut nantinya dapat dipakai oleh pelaku UMKM untuk memperoleh modal usaha di perbankan.

Namun, Presiden Jokowi tak ingin para pelaku usaha sembarang mengajukan pinjaman ke bank. Sebab bila tak hati-hati, uang modal tersebut bisa saja nantinya memberatkan sang peminjam.

"Tapi, saya titip hati-hati, yang namanya pinjam ke bank itu hati-hati. Harus dikalkulasi, harus dihitung yang detil, jangan sampai keliru ngitung," seru Presiden Jokowi dalam siaran pers melalui video di YouTube saat membagikan NIB di Jayapura, Papua, Rabu (31/8).

"Karena itu bukan duit bapak/ibu semua, itu duitnya bank yang harus dikembalikan, yang harus dicicil, yang harus diangsur setiap bulannya," imbuh dia.

RI 1 pun meminta pelaku usaha menghitung kebutuhan dana secara cermat. Sehingga pengajuan pinjamannya tidak sampai melebihi batas hanya untuk hal-hal di luar bisnisnya.

"Kalau sudah pinjam hati-hati, pinjam dapat Rp 50 juta, jangan sekali-kali separuhnya beli untuk sepeda motor, atau pinjam Rp 200 juta, Rp 100 jutanya untuk beli mobil," kata Presiden Jokowi.

"Sekali-kali jangan dipakai yang namanya uang bank untuk beli barang-barang kenikmatan dan kemewahan seperti itu, ndak. Harus semuanya untuk modal kerja, untuk modal investasi, untuk modal usaha, 100 persen dipakai," tegasnya.

Bukan Larang Pengusaha UMKM Beli Mobil Motor

pengusaha umkm beli mobil motor
pengusaha umkm beli mobil motor.jpg

Itu bukan berarti Presiden Jokowi melarang pengusaha UMKM punya motor dan mobil pribadi. Hanya saja, dia meminta uang untuk itu tidak diambil dari modal usaha langsung.

"Karena teman-teman saya dulu saat saya masih UMKM, banyak yang jatuh dan enggak bisa bangun karena keliru ngitung, kemudian pinjam untuk beli mobil. Senangnya hanya 6 bulan. Tidak bisa nyicil bank, tidak bisa nyicil ke dealer. Mobilnya diambil, banknya juga bermasalah," tuturnya.

"Sekali lagi, gunakan pinjaman bank itu untuk semuanya total modal usaha, modal kerja, modal investasi," pungkas Jokowi.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]