Jokowi: Tidak Mau Divaksin Covid-19 Akan Merugikan Diri Sendiri dan Orang Lain

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pekan depan. Dia pun meminta masyarakat tak takut disuntik sebab vaksinasi sama seperti imunisasi bayi.

"Kalau ada yang tidak mau divaksin, tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga merugikan orang lain. Vaksinasi kayak bayi imunisasi anak-anak itu, kayak gitu saja," kata Jokowi saat membagikan Bantuan Modal Kerja di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Jumat (8/1/2021).

Dia menegaskan, akan menjadi orang pertama di Indonesia yang akan divaksin agar masyarakat yakin, vaksin Covid-19 aman dan halal. Adapun vaksinasi tahapan awal diprioritaskan untuk para dokter, perawat, kemudian masyarakat.

Untuk mencapai herd immunity (kekebalan komunitas), Jokowi menargetkan 182 juta masyarakat harus divaksin. Jokowi mengatakan Indonesia memerlukan sekitar 400 juta dosis vaksin, dengan rincian setiap masyarakat disuntik dua kali.

"Januari disuntik 5,8 juta. Total nantinya yang disuntik 182 juta,disuntik 2 kali. Hampir 400 juta disuntik untuk kebutuhan vaksinya," ujar Jokowi.

Meski nantinya vaksinasi sudah dimulai, Jokowi mengakui keadaan belum dapat langsung kembali ke kondisi normal. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Tetap disiplin menjaga protokol kesehatna, pakai masker cuci tangan habis kegiatan, jaga jarak, harus disiplin. Kalau memang itu bisa kita lakukan itu bisa sangat mengurangi jangan ke tempat berkerumun banyak, itu akan sangat mengurangi," jelas Jokowi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Vaksin Sudah Didistribusikan

Pemerintah sendiri telah mulai mendistribusikan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 ke 34 provinsi sejak Minggu, 3 Januari 2021. Proses pendistribusian vaksin selesai pada Kamis, 7 Januari 2021.

Namun, pemerintah masih menunggu Emergency Use of Authorization atau izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, pemerintah masih menunggu proses kajian halal vaksin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jika keduanya telah dikantongi, barulah vaksin Covid-19 dapat disuntikkan ke masyarakat.

"Apabila prosedur itu sudah kita lewati, pemerintah akan menggelar vaksinasi Covid-19 secara gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui beberapa tahap," ucap Jokowi, Kamis 7 Januari 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: