Jokowi: Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Cuaca Ekstrem

·Bacaan 2 menit
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) dari atas jembatan Pakauman yang dilintasi Sungai Martapura, Kabupaten Banjar. (Dok Setpres)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem. Khususnya, hujan lebat yang akhir-akhir kerap terjadi di beberapa daerah.

"Saya mengimbau agar kita semua senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem baik hujan lebat dan yang lainnya," kata Jokowi melalui akun instagramnya @jokowi, Selasa (26/1/2021).

Jokowi sendiri disambut hujan lebat saat mendarat di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Sumatera Selatan, untuk meresmikan jalan Tol Kayu Agung-Palembang, Selasa pagi. Dia meminta masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Selalu memperhatikan peringatan dini mengenai cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika," ucapnya.

Seperti diketahui, BMKG telah memprediksikan bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021. Ada 94 persen wilayah Indonesia yang memasuki musim hujan.

"Saat ini tercatat sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 94 persen dari 342 Zona Musim telah memasuki musim hujan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta melalui keterangan pers, Selasa 18 Januari 2021.

Dia menuturkan, sebagian besar wilayah terutama Jawa, Bali, Sulawesi Selatan hingga Nusa Tenggara saat ini telah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2021. Dwikorita minta masyarakat waspada.

"Untuk itu, BMKG terus meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode Puncak Musim Hujan ini," terangnya.

Peningkatan Awan Hujan

Dwikorita menambahkan, kondisi dinamika atmosfer saat ini tidak stabil dalam beberapa hari ke depan. Hal itu dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut, kata dia, dipicu oleh menguatnya Monsun Asia yang ditandai dengan semakin kuatnya aliran angin lintas ekuator di Selat Kalimantan. Kemudian, diperkuat oleh pengaruh hadirnya gelombang atmosfer ekuatorial tropis Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang saat ini aktif di wilayah Indonesia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: