Jokowi Tinjau Terminal Mutlifungsi Wae Kelambu NTT: Bisa Kita Pakai Sampai 20 Tahun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak menyangka Terminal Multifungsi Wae Kelambu, Pelabuhan Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat besar.

Hal tersebut disampaikan saat saat peresmian penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/10/2021).

"Saya tidak bayangin bahwa pelabuhan yang baru ini sangat besar sekali, enggak seperti pikiran saya itu kayak yang lama, hanya digeser ke sini, ternyata menjadi sebuah pelabuhan yang besar," ujar Jokowi seperti ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis.

Dia pun berharap pelabuhan ini bisa dipakai hingga 20 tahun kedepan untuk angkutan barang di Kabupaten Manggarai Barat Labuan Bajo, NTT.

"Kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15 atau 20 tahun yang akan datang, masih memungkinkan visible untuk angkutan barang-barang yang ada di Provinsi NTT, utamanya di Kabupaten Manggarai Barat," kata Jokowi.

Lalu Lintas Logistik

Adapun Terminal Multifungsi Pelabuhan Wae Kelambu ini dibangun untuk lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer. Terminal Wae Kelambu ini dibangun karena pemerintah ingin memisahkan antara pelabuhan pariwisata dengan pelabuhan khusus logistik di Labuan Bajo, NTT.

"Pelabuhan Wae Kelambu ini kita memang ingin pelabuhan yang lama itu bersih karena memang disana adalah wilayah dan daerah wisata sehingga kita geser ke sini," kata Jokowi.

Menurut dia, proses pembangunan pelabuhan ini dimulai pada Agustus 2020. Jokowi pun bersyukur pembangunan Terminal Multifungsi Wae Kelambu Labuan Bajo selesai dengan cepat dan bisa diresmikan.

"Saya sangat mengapresiasi dikerjakan secara cepat di bulan Agustus 2020 dimulai, kemudian hari ini bisa kita selesaikan, Alhamdulillah," jelas Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel