Jokowi: Transformasi Digital Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi Global

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya transformasi digital untuk mempercepat pemulihan global akibat dampak pandemi Covid-19 dan ketegangan geopolitik dunia.

Menurutnya, ekonomi digital adalah kunci kelangsungan ekonomi masa depan dan membuka peluang masyarakat kecil menjadi bagian dari rantai pasok global. Saat ini, ekonomi digital menyumbang 15,5 persen PDB global.

"Sebagai Presiden G20, Indonesia mendorong transformasi digital untuk mempercepat pemulihan global, dan, di bawah Presidensi Indonesia, digital economy working group sudah mulai berjalan," ujar Jokowi dalam konferensi pers di Hotel Apurva Kempinski, Bali, dikutip Kamis (17/11)

Menurutnya, ada tiga hal yang harus menjadi fokus tranformasi digitalisasi. Pertama, kesetaraan akses digital. Menurutnya, 2,9 miliar penduduk dunia belum terhubung dengan internet, termasuk 73 persen penduduk negara kurang berkembang.

"Infrastruktur digital juga belum merata, 390 juta orang tinggal di wilayah tanpa internet nirkabel. Ketimpangan ini harus segera kita perbaiki. G20 harus dapat memobilisasi investasi untuk membangun infrastruktur digital yang terjangkau bagi semua," imbuh Presiden.

Kedua, literasi digital. Menurut Jokowi, nilai digital bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Literasi digital, lanjutnya, harus menjangkau semua agar dapat berpartisipasi dalam ekonomi masa depan.

"G20 harus dapat menggerakkan kerja sama penguatan kapasitas digital bagi negara berkembang," ucap Presiden.

Ketiga, lingkungan digital yang aman. Hoaks dan perundungan siber dapat memecah persatuan dan mengancam demokrasi. Presiden memandang bahwa kebocoran data akibat kejahatan siber berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga 5 triliun dolar AS pada tahun 2024.

"Untuk itu, keamanan digital dan perlindungan privasi harus dijamin. G20 harus mampu membangun kepercayaan sektor digital, termasuk melalui tata kelola digital global," kata Presiden.

Jokowi menegaskan bahwa semua negara harus bekerja sama untuk memastikan manfaat digital dapat dirasakan secara merata. "Saya mengundang kontribusi Yang Mulia untuk masa depan dunia digital yang aman, yang inklusif, dan yang bermanfaat bagi semua," ujar Jokowi. [azz]