Jokowi Tunjuk Dirjen Yankes Kemenkes Abdul Kadir jadi Ketua Dewas BPJS Kesehatan

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk sisa masa jabatan 2021-2026. Kadir menggantikan posisi almarhum Achmad Yurianto.

Pengangkatan Kadir sebagai Ketua Dewas BPJS Kesehatan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 65/P Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antarwaktu Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan. Keppres ini diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Muhadjir Effendy kepada Kadir.

"Kami melaksanakan upacara kecil-kecilan, yaitu penyerahan Surat Keputusan Presiden untuk pengangkatan pergantian antarwaktu Dewan Pengawas BPJS Kesehatan," kata Muhadjir saat menyampaikan pidato di Gedung Kemenko PMK Jakarta, Senin (18/7).

Muhadjir berharap kehadiran Abdul Kadir dapat menjalin kerja sama yang baik antara Dewan Pengawas dengan BPJS Kesehatan. "Mudah-mudahan kerja sama dengan pengawas dan BPJS Kesehatan nanti semakin baik seiring dengan masuknya salah satu tenaga yang cukup andal dan pengalaman," katanya.

Abdul Kadir Optimis Bisa Jalankan Tugas Baru

Sementara Abdul Kadir menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas penunjukan dirinya sebagai Ketua Dewas BPJS Kesehatan.

"Saya mengucapkan terima kasih, penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak Presiden Republik Indonesia yang telah memberikan amanah kepada saya untuk menjadi ketua dewan pengawas BPJS Kesehatan pergantian antar-waktu tahun 2021-2026," katanya.

Abdul optimistis kepercayaan tersebut akan dijalankan untuk mewujudkan pelaksanaan BPJS kesehatan yang lebih baik lagi. Meski diakuinya, tugas Ketua Dewas BPJS Kesehatan tidak ringan.

"Saya yakin dan percaya bahwa semua pemangku kepentingan yang terkait dengan BPJS Kesehatan, termasuk kerja sama dari arahan Menko PMK, Menteri Kesehatan, Kementerian Keuangan, diharapkan semua pelaksanaan BPJS kesehatan dapat berjalan dengan baik," katanya.

Abdul mengatakan seluruh tanggung jawab yang diemban dalam menjalankan pengawasan BPJS Kesehatan mengacu sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Achmad Yurianto meninggal dunia pada Sabtu 21 Mei 2022. Eks jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 itu mengembuskan napas terakhir di kampung halamannya, Malang.

Achmad Yurianto sempat menjalani perawatan kanker usus di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Dia kemudian dipindah ke Malang agar lebih dekat dengan keluarga. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel