Jokowi Undang Majelis Rakyat Papua ke Istana, Bahas Apa?

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang Majelis Rakyat Papua ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (25/4). Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi langsung oleh Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Usai pertemuan, Mahfud MD mengatakan, majelis rakyat Papua menyampaikan aspirasi terkait UU Otsus, termasuk soal pemekaran wilayah. Disinggung pula tentang uji materi UU Otsus Papua yang digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kata Mahfud, Presiden Jokowi menghargai seluruh proses hukum termasuk gugatan tersebut. Pemerintah akan patuh terhadap hasil putusan tersebut nantinya.

"Yang kedua soal otonomi daerah baru atau pemekaran di Papua, memang terjadi pro kontra ada yang setuju ada yang tidak. Tapi tidak ada sesuatu apapun di negeri ini yang langsung disetujui oleh semua orang," kata Mahfud.

Oleh karena itu, kata Mahfud, Presiden Jokowi menjelaskan berdasarkan data, bahwa sebenarnya untuk usulan pemekaran di berbagai daerah saling berebut.

"Itu rebutan, ada 354 permohonan pemekaran dan berdasarkan kepentingan di Papua, kita mengabulkan untuk 3 provinsi, Papua Barat justru minta agar dimekarkan," kata dia.

Menurut dia, pro dan kontra setuju atau tidak dalam sebuah kebijakan adalah hal yang lumrah terjadi. Namun, menurut survei pemerintah, kata Mahfud, 82 persen warga Papua minta daerahnya dimekarkan.

Mahfud mengatakan, pertemuan berjalan baik dan menyatakan tidak perlu ada keputusan-keputusan baru.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga diundang oleh Majelis Rakyat Papua untuk datang ke kantornya saat berkunjung ke Papua.

"Dan presiden menyatakan siap nanti pada saatnya ke sana, karena Papua itu menjadi bagian yang menjadi perhatian khusus presiden," tegas dia. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel