Jokowi Ungkap Keunggulan RI soal Vaksinasi Dibanding Negara Lain

Raden Jihad Akbar, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo mengungkapkan rencana pemerintah mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Sejak dimulai oleh dirinya pekan lalu, Jokowi ingin program besar itu terdistribusi secara cepat.

"Kunci kedua vaksinasi, bagaimana bisa dipercepat, bisa dilakukan sebanyak-banyaknya dalam tempo secepat-cepatnya, karena kita punya kekuatan," kata Jokowi dalam acara Kompas100 CEO Forum, di Jakarta, Kamis 21 Januari 2021.

Jokowi bilang, tantangan dan kerja-kerja mempercepat vaksinasi memudahkan Indonesia memutus mata rantai penularan virus. Presiden pun memberi gambaran dengan fasilitas kesehatan di seluruh Tanah Air.

Baca juga: Erick Thohir Jelaskan ke DPR, Vaksin COVID-19 Gratis dan Mandiri Beda

"30 ribu kurang lebih vaksinator, ada kurang lebih 10 ribu puskesmas, ada kurang lebih 3.000 rumah sakit yang bisa kita gerakkan. Katakanlah itung-itungan, 30 ribu vaksinator, satu hari bisa kerjakan 30 orang yang divaksin, sehari artinya sudah hampir 1 juta," kata Jokowi.

"Negara lain tidak punya," sambung Kepala Negara.

Sambil menunggu vaksinasi, Jokowi pun menegaskan bahwa masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan COVID-19, sehingga, penyebaran virus itu tetap bisa ditekan.

"Protokol kesehatan adalah kunci, ini semua harus berbicara. Bapak ibu harus bicara pada karyawan, gubernur bicara pada rakyat, bupati, wali kota, camat, lurah, RT/ RW, harus bicara pada rakyat, betapa pentingnya yang namanya disiplin terhadap protokol kesehatan," ujar Jokowi.