Jokowi Yakin 2021 Jadi Peluang Usai Krisis, Tahun Pemulihan Ekonomi

Ezra Sihite, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo mengatakan amat memahami bahwa selama ini masih banyak kendala bagi pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terutama kata dia, kendala regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit.

Pada bulan Juni yang lalu kondisi Indonesia itu ditempatkan dalam pemeringkatan di Global Complexity Index.

"Artinya, regulasi dan birokrasi Indonesia ditempatkan sebagai paling rumit di dunia," kata Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan secara virtual pada peringatan hari ulang tahun ke-56 Partai Golkar, seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden dikutip pada, Minggu, 25 Oktober 2020.

Untuk itu, pemerintah berketetapan untuk melakukan reformasi struktural, membenahi regulasi dan birokrasi secara besar-besaran. Kepala Negara menegaskan, walaupun saat ini sedang ada pandemi COVID-19 yang menyebabkan krisis melanda seluruh dunia. Namun hal itu tidak menghambat upaya pemerintah untuk melakukan reformasi struktural.

"Tatkala banyak negara maju mengalami kemunduran, justru saatnya bagi Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan," katanya.

Jokowi mengatakan, hal tersebut merupakan semangat dari berbagai kebijakan pemerintah termasuk Undang Undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law. Reformasi struktural ini dimaksudkan agar usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah berkembang pesat, serta industri padat tenaga kerja tumbuh pesat.

Baca juga: BMW Tabrak 9 Sepeda Motor dan Orang di Setiabudi, Kendaraan Hancur

"Kita mengganti izin usaha dengan hanya pendaftaran untuk UMKM. Kita permudah pendirian PT dengan modal minimal dan tidak ada pembatasan juga koperasi bisa didirikan hanya dengan 9 orang, sertifikasi halal bagi UMK kita gratiskan dibiayai oleh APBN, dan lain-lain," ujarnya.

"Sekali lagi, agar perekonomian rakyat segera cepat bergerak, UMKM segera tumbuh dan peluang kerja segera bertambah luas," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Partai Golkar yang menurutnya secara bersungguh-sungguh mendukung transformasi fundamental yang sedang dilakukan saat ini.

Presiden meyakini bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun yang penuh peluang, tahun pemulihan ekonomi nasional dan pemulihan ekonomi global. Menurutnya, saat yang tepat untuk kembali bekerja, kembali mengembangkan usaha, dan membuka lapangan kerja bagi jutaan pencari kerja Indonesia.

"Saya sangat optimis kita akan mampu memanfaatkan peluang tersebut. Pandemi memang menyulitkan kita tetapi juga membuka peluang kita. Dengan catatan, kita bisa lebih cepat dibandingkan negara lain dan kita lebih efisien dibandingkan bangsa lain," ujar Presiden Jokowi.