JoMan Dorong 5 Menteri Jokowi Direshuffle, Nasdem Meradang

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer atau Noel merekomendasikan lima nama menteri Kabinet Jokowi-Maruf untuk direshuffle karena kinerja buruk.

Noel menyadari penggantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden tapi sebagai relawan Jokowi, JoMan juga punya hak memberi masukan Presiden untuk mengganti menteri yang kinerja di luar harapan.

Kelima menteri tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Yasin Limpo, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

"Kelima nama ini duduk di kementerian tidak memeiliki kinerja yang baik," kata Noel dalam keterangannya, Rabu, 14 April 2021.

Noel mengkritik para menteri yang tidak memiliki visi-misi yang sama dengan Presiden. Padahal, Presiden Jokowi selalu menegaskan agar para menteri tidak memiliki visi-misi sendiri, yang ada adalah melaksanakan visi-misi Presiden.

"Dari kelima ini secara kinerja ya tidak begitu bagus, diluar harapan, apalagi Pratikno yang melakukan kecerobohan yang membuat Presiden jadi bahan olok-olokan di publik. Contoh, Omnibus Law ada pasal yang salah, Pratikno sampaikan salah ketik, kedua persoalan perpres miras," paparnya.

Selain itu, soal impor beras, yang menurut janji Presiden Jokowi tidak ada impor beras selama 3 tahun. Namun faktanya, sejak 2018 sampai 2020 ada impor beras. "M Luthfi ini meresahkan petani," ujar Noel.

"Kita merekomendasikan agar kelima ini dicopot dengan pertimbangan yang kita lihat. Kita sebagai pendukung Presiden lebih obyektif, karena tidak punya kepentingan jadi menteri, apalagi naro-naro orang, gadang-gadang orang untuk menggantikan semua orang itu," tegasnya.

Sementara itu, politikus NasDem Irma Suryani Chaniago merespon lima nama menteri yang layak dicopot dua diantaranya adalah kader NasDem, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

Irma menegaskan urusan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, meskipun relawan punya hak untuk merekomendasikan soal reshuffle tapi hak sepenuhnya ada di tangan Presiden.

"Noel boleh saja merekomendasikan karena itu hak, tapi hak prerogatif kan ada pada Presiden," kata Irma.

Dari sekian alasan yang dipaparkan JoMan, Irma mengkritik salah satu alasan reshuffle terkait impor beras. Irma menjelaskan bahwa impor beras itu bukan urusan Menteri Pertanian yang merupakan kader NasDem.

"Itu urusan Menteri Perdagangan dan Menko Perekonomian, dan Menteri Pertanian itu hanya menjaga ketahanan pangan. Dan Alhamdulillah selama pandemi justru pertanian yang tumbuh 2,6 persen, yang lain hancur lebur berantakan," ujar Irma.

"Jadi tidak tepat menurut saya menempatkan Syahrul Yasin Limpo sebagai menteri yang tidak berprestasi, justru Syahrul Yasin Limpo yang paling berprestasi," lanjutnya.

Irma mengklaim sempat menanyakan Mentan Syahrul Yasin Limpo soal impor beras. Kata dia, Syahrul sempat menyampaikan sikapnya menolak impor beras pada saat rapat terbatas kabinet.

"Belum ada alasan kita impor beras karena kita akan panen raya, itu jawaban Syahrul Yasin Limpo kepada Presiden," tegasnya.