Jonatan catat hattrick final, hadapi Lee Zii Jia di Kejuaraan Asia

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mencatatkan hattrick mencapai final dalam tiga turnamen berturut-turut setelah mengalahkan rekan senegaranya, Chico Aura Dwi Wardoyo 21-9, 18-21, 21-16 pada semifinal Kejuaraan Asia 2022 di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Filipina, Sabtu.

Jonatan menghadapi tantangan berat untuk merebut gelar juara pada turnamen setara BWF Super 1000 itu karena harus melawan wakil Malaysia peringkat tujuh dunia, Lee Zii Jia, pada final, Minggu besok.

Namun pemain berusia 24 tahun itu mempunyai rekor bagus dengan mengantongi empat kemenangan dari lima pertemuannya dengan Lee Zii Jia.

Wakil Indonesia tersebut hanya satu kali kalah dalam persaingan terakhir kedua pemain dalam babak pertama All England 2020.

Baca juga: Indonesia pastikan dua tempat final Badminton Asia Championship 2022

Menghadapi Lee Zii Jia besok bakal menjadi final ketiga yang dijalani Jonatan dalam musim ini. Jojo, sapaan akrabnya, memulai perjalanan musim ini di German Open, Februari lalu.

Namun langkah dia terhenti di babak kedua oleh wakil Thailand Kunvalut Vitidsarn. Pada saat itu, dia juga sempat terinfeksi COVID-19.

Hasil yang didapat Jojo makin baik setelah itu. Pemain kelahiran 15 September 1997 tersebut mampu menembus perempat final All England 2022.

Dia baru bisa membawa gelar juara dari turnamen level Super 300 Swiss Open 2022, Maret lalu.

Baca juga: PB Djarum konsisten kirim atlet muda ke Eropa untuk jaga regenerasi

Jojo menembus final kedua saat berlaga di Korea Open 2022 sebelum akhirnya dikalahkan wakil China Weng Hong Yang dalam pertandingan tiga gim.

Kejuaraan Asia 2022 kali ini pun menjadi peluang bagi Jojo untuk mencatatkan sejarah menjadi tunggal putra pertama Indonesia yang menjuarai turnamen tersebut sejak Taufik Hidayat pada 2007 silam.

Selain Jojo, Indonesia juga mengirimkan satu wakil lainnya ke final Kejuaraan Asia 2020 lewat ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Pramudya/Yeremia lolos ke final pertamanya dalam turnamen setara level Super 1000 itu usai menyingkirkan senior mereka di pelatnas, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, 22-20, 13-21, 21-18.

Baca juga: Susi Susanti: Indonesia sulit bersaing di tunggal putri dunia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel