Joni Arifin Tersangka Korupsi Dana Rehabilitasi Dinas PU

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Joni Arifin Siahaan yang disebut-sebut sebagai keluarga dekat dari mantan Wali Kota Pematang Siantar RE Siahaan, akhirnya menyusul Bonatua Lubis, sebagai tersangka perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyalahgunaan dana rehabilitasi pemeliharaan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU), pada APBD Kota Pematang Siantar Tahun Anggaran 2007.

Joni sendiri pada tahun 2007 silam menjabat sebagai Bendahara Dinas PU Pematangsiantar dan Bonatua adalah Kadis PU Pematangsiantar. Joni resmi berstatus tersangka sejak 28 Februari 2013 lalu, setelah penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melakukan pengembangan kasus ini dan memeriksa 10 orang saksi.

"Benar, penyidik kembali menetapkan satu orang tersangka dalam perkara ini. Adalah Joni Arifin Siahaan, yang pada tahun 2007 lalu menjabat sebagai Bendahara Dinas PU Pematangsiantar. Penetapan tersangka Joni diduga karena ikut bekerjasama bersama Kadisnya, dalam penyimpangan dana-dana rehabilitasi atau pemeliharaan pada Dinas PU Pematangsiantar," urai Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu Marcos Simaremare, Rabu (6/3/2013).

Marcos mengatakan terdapat 10 saksi sampai hari ini diantaranya Suhartono selaku Kabid Binamarga Dinas PU Pematangsiantar tahun 2007, Tiorida Napitu yang saat itu bertindak sebagai Bidang Perbendaharaan Dispenda/Kuasa Bendahara Umum Daerah, Erwin Simanjuntak sebagai Kasi Pemeliharaan Dranase Dinas PU Pematangsiantar.

Ada juga Aldi Simanjuntak selaku Kasi Penyusunan Program Dinas PU Pematangsiantar, Sabab Munte sebagai Direktur CV Greni Utama, Rosanna Sinaga sebagai pemilik CV Ervin Jaya, Poltak Situmorang sebagai Direktur UD Tirtasari, Holder Siahaan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Janner Simanjuntak sebagai Direktur CV David dan Edward Sitio selaku Direktur UD Doni Rezeki.

"Antara kadis dan bendahara ini satu kesatuan. Tentu misalnya dalam perkara ini terjadi penyimpangan dana rehabilitasi uangnya berada di tangan bendahara. Perkara ini masih berjalan dan siapa pun mungkin saja menjadi tersangka," urainya.(Irf)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.