Jorge Lorenzo Diragukan Berani Jajal Motor MotoGP Lagi

Liputan6.com, Madrid- Eks pebalap MotoGP dan WorldSBK, Max Biaggi ragu Jorge Lorenzo masih berani untuk membalap lagi. Seperti diketahui, Lorenzo kencang dikaitkan dengan kemungkinan menjadi pembalap pengetes Yamaha.

Hal ini ia sampaikan kepada Marca, usai Lorenzo memutuskan untuk pensiun dari MotoGP pada akhir tahun lalu akibat cedera punggung berkepanjangan.

Selama berkarier di MotoGP, Lorenzo yang pensiun dalam usia 32 tahun, telah mengoleksi lima gelar dunia, 152 podium, 68 kemenangan, dan 69 podium. Dengan prestasi segemilang ini, apalagi ditambah kekayaannya, Lorenzo diyakini Biaggi tak perlu kembali ke dunia balap.

"Ia akan sangat dirindukan dunia balap, karena dia itu unik, punya banyak potensi, dan masih muda. Selama 10 tahun terakhir, hanya ia yang mampu mengalahkan Marc. Ia bukan sekadar rider hebat, melainkan seorang juara. Juara dunia akan selalu tercatat dalam sejarah," tuturnya.

 

Lorenzo Sudah Bahagia

Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, saat mengumumkan akan pensiun dari MotoGP. Kabar itu disampaikan Lorenzo pada konferensi pers jelang MotoGP Valencia, Kamis (14/11/2019). (AFP/Jose Jordan)

Belakangan ini, Lorenzo santer dikabarkan tengah menjalani negosiasi serius dengan Yamaha untuk menjadi test rider. Yamaha memang diketahui merupakan satu-satunya pabrikan MotoGP yang tak punya tim uji coba di Eropa, dan Lorenzo dikenal sangat garang saat masih mengendarai YZR-M1.

"Saya tak yakin ia mempertimbangkan melakukan sesuatu di dunia balap. Setidaknya untuk tahun depan, atau dua tahun lagi. Ia ingin rehat dan mencari jalannya sendiri dan kebahagiaan. Ia sudah melakukan banyak hal untuk balap motor, dan saya rasa ia tak mau melakukan lebih banyak lagi. Ia bahagia dengan keputusan ini," ungkap Biaggi.

Empat kali juara dunia GP250 dan dua kali juara WorldSBK ini juga menyatakan keraguan bahwa Lorenzo akan mengikuti jejaknya dengan menurunkan tim balap di ajang Grand Prix. Sejak awal 2019, Biaggi memang menurunkan Sterilgarda Max Racing Team di Moto3.

"Saya tahu benar rasanya jadi pebalap yang pensiun, karena saya mengalaminya tujuh tahun lalu. Jadi saya tahu benar perasaannya. Masa-masa terberat akan datang dalam beberapa bulan. Mungkin saya bisa beri ia beberapa nasihat," pungkas Biaggi.

Disadur dari Bola.net (Anindhya Danartikanya,published 16/1/2020)

Video