Jorok, Pendaki Semeru Didenda Rp 100 Ribu  

TEMPO.CO, Surabaya - Otoritas Taman Nasional Gunung Semeru siap merealisasikan pemberlakukan sanksi terhadap pendaki Gunung Semeru yang jorok. Sanksi tersebut berupa denda Rp 100 ribu bagi pendaki yang seenaknya membuang sampah sembarangan.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Sucipto, mengatakan dirinya geram dengan ulah pendaki yang seenaknya buang sampah sembarangan. "Sampah ditimbun dalam tanah. Dan ketika hujan, sampah tersebut terlihat bermunculan," kata Sucipto. Pemandangan ini ditemukan tim survei dari Balai Besar TN BTS ketika melakukan survei jalur terkait rencana pembukaan jalur pendakian pada 25 April 2013 mendatang.

Sucipto mengatakan, ulah membuang smpah sembarangan ini biasanya dilakukan oleh pendaki-pendaki pemula. "Tidak mungkin ini dilakukan oleh pendaki dari organisasi pecinta alam," katanya. Karena itu, pihaknya cukup geram dengan ulah tidak bertanggung jawab pendaki yang seenaknya buang sampah sembarangan di sepanjang jalur pendakian. "Kami akan terapkan denda terhadap pendaki," katanya.

Sucipto mengklaim pemberlakuan denda ini mendapat dukungan dari banyak aktivis pecinta alam, terutama dari organisasi pecinta alam. Hanya, kata dia, kalau memang aturan ini diberlakukan, tentunya mekanisme penarikan dendanya itu juga harus dirumuskan. "Yang bagian menghitung denda yang terkumpul siapa," katanya. Berita travel dan pariwisata lainnya klik di sini.

DAVID PRIYASIDHARTA

Berita Lainnya:

Kronologi Bom Boston Marathon

Selamat dari Bom Boston, Dirut BTPN Hobi Lari

Wawancara dengan Ustad Berpengaruh di New York

Bom Boston, Siapa Sosok Misterius di Atap Gedung

Jika BBM Naik, Ahok Siap Hadapi Demo di Jakarta

Ini Kesaksian Dirut BTPN Jerry Ng Soal Bom Boston

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.