Jose Mourinho Bicara Blak-blakan soal Targetnya di AS Roma

·Bacaan 2 menit

VIVAJose Mourinho mengungkapkan misi besarnya di AS Roma. Dia ingin membangun sukses berkelanjutan bagi klub ini daripada terburu-buru mengakhiri paceklik trofi. Hal ini diungkapkan dia ketika diperkenalkan sebagai pelatih AS Roma, Kamis lalu.

Mantan manajer Tottenham Hotspur ini ditunjuk sebagai penerus Paulo Fonseca akhir musim lalu setelah Roma finis urutan ketujuh di klasemen akhir Serie A dan gagal mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara liga.

"Dalam sepakbola, kata 'waktu' kadang-kadang tidak ada, tetapi dalam kasus ini memang ada dan itu fundamental," kata Mourinho dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters.

"Klub ini tak menginginkan kesuksesan hari ini, tapi bermasalah kemudian, melainkan proyek berkelanjutan untuk masa depan. Itulah alasan utama saya di sini. Kini saatnya bekerja. Saya tak berada di sini untuk liburan," tambah Mou.

Penunjukan Mourinho disambut euforia para pendukung AS Roma yang berharap orang yang pernah memimpin Inter Milan meraih treble menakjubkan pada musim 2009-2010 ini bisa membawa mereka kembali ke puncak sepakbola Italia dan mengakhiri paceklik trofi sejak Coppa Italia 2007-2008.

"Kami tak bisa lepas dari fakta bahwa klub ini belum banyak juara belakangan ini. Musim lalu kami finis 29 poin di belakang juara liga dan 16 poin dari empat besar, kami mesti mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini," kata dia.

"Baik itu pemilik, direktur olahraga, mereka tahu lebih baik ketimbang saya, berapa banyak tugas yang mesti dikerjakan, tetapi kami akan berusaha menjuarai trofi. Ini bukan soal masuk dan menang sesegera mungkin."

"Meskipun mudah-mudah saja menjanjikan gelar, perlu waktu dan kerja keras," tambah dia. "Pemilik tak ingin kesuksesan yang terpisah, mereka ingin mencapai level itu dan bertahan di sana. Itu jauh lebih sulit untuk dicapai. Kami ingin berkelanjutan secara finansial dan kami berada di halaman yang sama."

Mourinho dipecat Tottenham pada April, satu pekan sebelum kalah dalam final Piala Liga melawan Manchester City. Sang manajer mengagungkan catatannya setelah dikritik hebat di Inggris selama waktunya bersama Spurs, Manchester United dan Chelsea.

"Dalam tiga klub terakhir saya, saya menjuarai Premier League bersama Chelsea, tiga piala bersama MU, mencapai final Piala Liga bersama Tottenham. Sesuatu yang dianggap bencana terhadap saya adalah yang sesuatu tak pernah dicapai pelatih-pelatih lain selama hidup mereka," tegas Mou. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel