Jose Mourinho Kabur dari Inter Milan

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mantan Chief Executive Inter Milan, Ernesto Paolillo membongkar sikap jelek Jose Mourinho ketika dipercaya menjadi pelatih. Juru taktik asal Portugal itu kabur dari tim berjuluk La Beneamata untuk gabung ke Real Madrid.

Mourinho menjadi pelatih Inter pada 2008. Tapi dua tahun kemudian dia memilih hengkang ke Madrid, padahal manajemen ingin memperpanjang kontraknya.

Padahal ketika itu Inter berhasil dibawanya menyabet treble winners. Trofi Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions berhasil dia dapatkan.

Sayangnya keinginan Paolillo memperpanjang kontrak Mourinho bertepuk sebelah tangan. Niat untuk membongkar tim pun jadi berantakan.

"Ide saya adalah membongkar tim. Itu adalah tim yang menang, tetapi para pemain lelah dan kosong," kata Paolillo dikutip dari Calciomercato.

Paolillo bahkan tidak mau memberi maaf kepada Mourinho untuk masalah. Dia merasa tersakiti dengan sikap sang juru taktik.

"Saya tidak akan pernah memaafkannya karena melakukan tindakan tersebut," imbuhnya.

Ketika mencari pengganti Mourinho, nama Antonio Conte sempat masuk dalam bursa kandidat. Tapi menurut Paolillo, Presiden Inter ketika itu, Massimo Morrati tidak ingin ada ssok yang lekat dengan Juventus.

"Saya telah berbicara dengannya selama pertandingan. Dia punya ide yang jelas, tapi masalah sebenarnya Moratti tidak ingin mendatangkan Juventino setelah Mourinho pergi," tutur Paolillo.

Sampai akhirnya Rafa Benitez yang dipercaya menjadi pengganti Mourinho. Tapi sayangnya tak berjalan sukses.