JPU KPK dan Dodi Reza Alex Ajukan Banding atas Vonis 6 Tahun Penjara

Merdeka.com - Merdeka.com - Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan terdakwa Dodi Reza Alex, mantan Bupati Musi Banyuasin, sama-sama tidak puas dengan putusan majelis hakim yang menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 5 bulan kurungan kepada mantan Bupati Musi Banyuasin itu. Kedua pihak sama-sama melakukan upaya banding.

Tim JPU KPK Taufik Ibnugroho mengungkapkan, banding diajukan setelah salinan putusan terhadap terdakwa dipelajari secara menyeluruh. JPU menilai vonis 6 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 5 bulan kurungan terhadap Dodi Reza Alex terlalu rendah karena terbukti menerima hadiah atau janji proyek insfrastruktur di Musi Banyuasin.

Dodi sebelumnya dituntut JPU dengan hukuman 10 tahun dan 7 bulan penjara serta membayar uang pengganti atas kerugian negara senilai Rp2,9 miliar. JPU juga menuntut pencabutan hak politik selama 5 tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokok.

"Iya benar, hari ini kami tim JPU KPK telah resmi menyatakan banding atas vonis terhadap terdakwa Dodi Reza Alex," ungkap Taufik, Selasa (12/7).

Banding Dua Putusan Lain

Banding juga diajukan terhadap vonis dua terdakwa lain, yakni mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Musi Banyuasin, Herman Mayori dan mantan Kabid Sumber Daya Alam Dinas PUPR Musi Banyuasin, Eddy Umari. Keduanya sama-sama dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 subsider 4 bulan kurungan.

"Mereka terbukti bersalah atas dakwaan kami," ujarnya.

Tak hanya JPU KPK, upaya banding juga dilakukan Dodi Reza Alex melalui tim penasihat hukum. Hal ini dibenarkan Panitera Muda Tipikor PN Palembang Bainal Hakim. "Begitu juga dengan penasihat hukum terdakwa sama-sama mengajukan banding," kata dia. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel