Jual Barang Sitaan Rp500 Juta, Personel Satpol PP Surabaya Ditahan Kejaksaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Surabaya menahan F, seorang personel Satpol PP Surabaya. Dia ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi karena diduga telah menjual barang bukti (BB) hasil sitaan senilai Rp500 juta.

Penahanan dan penetapan status tersangka terhadap personel Satpol PP ini dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Danang Suryo Wibowo. Ia menyatakan, penyidik Pidsus Kejari Surabaya menetapkan status tersangka pada F terhitung mulai Rabu (13/7) kemarin.

"Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor : Print-05/M.5.10/Fd.1/07/2022 tanggal 13 Juli 202," tegasnya dalam rilis tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (14/7).

Ia menjelaskan, tersangka diduga menjual barang bukti hasil kegiatan penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Surabaya. Barang bukti yang sebelumnya berada di Gudang Satpol PP Kota Surabaya Jalan Tanjungsari No. 11-15 Surabaya itu dijual kepada pihak lain senilai sekitar Rp500 juta. Perbuatan itu dilakukan sekitar Mei lalu.

Dilaporkan Kasatpol PP Surabaya

Pada saat kegiatan pengangkutan berlangsung, Kasatpol PP Kota Surabaya menerima laporan bahwa telah terjadi kegiatan pengangkutan barang bukti keluar gudang penyimpanan tanpa seizinnya.

"Dan segera dilakukan tindakan penghentian dan pelaporan kepada Kejari Surabaya untuk dilakukan proses hukum. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-09/M.5.10/Fd.1/06/2022 tanggal 6 Juni 2022," tegasnya.

Ia menambahkan, tersangka dijerat dengan Pasal 10 huruf a, Pasal 10 huruf b Jo Pasal 15 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kepada tersangka juga dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Kelas 1 Surabaya Cabang Kejati Jatim," tegasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel