Jual Diri untuk Ongkos Besuk Suami di Penjara

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Rumah tangga Suharlik sebenarnya berjalan normal. Sampai akhirnya Misnali, suami perempuan berusia 31 tahun itu dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Probolinggo karena kasus perampasan sepeda motor. Selama beberapa bulan menjadi orang tua tunggal, perekonomian keluarga  ini bertambah goncang.

“Jangankan untuk makan, untuk besuk suami saya saja ga bisa. Saya ndak punya uang sama sekali. Besuk kan harus bayar sana, bayar sini. Lha saya ndak punya penghasilan apa-apa untuk membayar itu,” tutur perempuan berkulit sawo matang itu saat ditemui di Mapolrestabes Surabaya.

Suharlik bingung. Pasalnya, sudah beberapa hari dia tak membesuk suaminya. Dalam kondisi terhimpit, Suharlik nekat berselingkuh. Dia berharap mendapatkan uang dari perbuatannya itu. Bahkan, Suharlik mengaku menjual dirinya ke tiga pria sekaligus, yakni Hasan, Dullah dan Pi’i, ketiganya warga Sukoharjo, Jember.

“Saya dapat imbalan Rp 50 ribu kalau sudah tidur dengan mereka. Sampai akhirnya saya tahu hamil. Tapi saya ndak ngerti ini anak siapa,” imbuhnya.

Perempuan asal Jalan PB Sudirman, Tanggul Kulon, Tanggul, Jember itu berusaha tenang. Sembari menutupi kehamilannya, Suharlik secara rutin membesuk suaminya. Namun, ketika menjelang masa persalinan, Suharlik bingung. Berbekal keberaniannya, Suharlik melahirkan bayi perempuannya itu tanpa bantuan siapa pun.

“Tapi saya ndak bisa biarkan bayi itu hidup. Dia kan hasil perselingkuhan. Saya malu dan takut,” ujarnya. Bayi perempuan itu lantas dibunuhnya di semak-semak belakang SDN Tanggul pada pertengahan November 2011. Mayat bayi itu baru ditemukan dalam kondisi membusuk pada 18 November 2011.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.