Jual Ivermectin Mahal Pemilik Toko Obat di Pramuka Ditangkap

·Bacaan 1 menit

VIVA – Satu unit toko obat di kawasan Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur ditindak polisi buntut kedapatan menjual salah satu obat terapi COVID-19 dengan harga yang mahal.

Salah satunya adalah obat COVID-19 bernama Ivermectin. Seorang pemilik toko berinisial R diamankan oleh Polda Metro Jaya pada 4 Juli 2021 kemarin. Namun, saat ini R masih berstatus saksi dan masih diinterogasi di Markas Polda Metro Jaya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti obat terapi COVID-19.

"Kita amankan si pemilik tokonya inisialnya adalah R sekarang ini masih kita lakukan pendalaman, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 6 Juli 2021.

Yusri menjelaskan, pemerintah telah menetapkan harga eceran dari obat terapi COVID-19 ini. Namun toko obat milik pelaku sengaja menjual dengan harga tinggi guna mencari keuntungan. Alhasil, pemilik toko pun ditindak.

"Di dalam list Kementerian Kesehatan harganya per satu biji itu Rp7,500 per tablet. Satu kotak seperti ini isinya adalah 10 tablet jadi itu Rp75 ribuan. Kalau sampai retailer itu biasanya ada kenaikan harga yang sudah ditentukan. Kemudian ada yang coba bermain nakal, harga ini ditemukan sekitar Rp475 ribu per satu kotak. Jadi naik dari Rp75 ribu naik jadi Rp475 ribu. Bahkan di media online ada kenaikan di atas itu, sekitar Rp700 pun ada," kata dia.

Lebih lanjut dia menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti menindak oknum nakal yang menimbun atau memainkan harga obat terapi COVID-19. Polisi juga akan menindak mereka yang menimbun dan mark up harga barang saat massa PPKM Darurat.

"Di lapangan kita temukan toko di Jalan Pramuka, nama tokonya adalah SJ. Di situ ditemukan obatan Ivermectin ini dijual dengan harga cukup tinggi," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel