Jual Narkoba Lewat Instagram, Anak di Bawah Umur di Banten Ditangkap Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Ditresnarkoba Polda Banten mengamankan seorang anak di bawah umur (17) di kontrakan di Kecamatan Jombang, Kota Cilegon pada Kamis (15/9) sekira pukul 21.30 Wib. Anak tersebut menjual narkotika jenis Sabu, Ganja dan Tembakau Gorilla menggunakan media sosial Instagram.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat adanya peredaran narkotika golongan I jenis Sabu, Tembakau Gorilla dan Ganja di wilayah Kota Cilegon. Tim opsnal Ditresnarkoba Polda Banten langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka.

"Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa Sabu, Ganja dan tembakau Gorilla yang diakui milik tersangka," ujar AKBP Meryadi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Banten, di Mapolda Banten, Selasa (20/9).

Meryadi mengatakan, saat penggeledahan juga ditemukan bahan dan alat pembuat tembakau gorilla yaitu gelas ukur, alkohol, Aseton, Metanol dan kompor listrik yang disimpan di lemari pakaian tersangka. Meryadi mengungkapkan tersangka mengakui bahwa sabu miliknya didapatkan dari EN (DPO) di Lobi Mall Basura City Jakarta.

"Kemudian Ganja dibeli dari akun instagram Hollychild.us. Sedangkan Tembakau Gorilla didapat dari akun instagram Speedbunny.Id.," ungkapnya.

Meryadi menjelaskan maksud dan tujuan tersangka menguasai narkotika jenis Sabu, Tembakau Gorilla dan Ganja adalah untuk diperjualbelikan melalui akun instagram miliknya dengan nama Papigeng dengan cara membuat story tentang penjualan narkotika.

"Jika sudah ada yang memesan kemudian tersangka mengarahkan untuk mengirim uang terlebih dahulu baru kemudian diarahkan untuk mengambil narkotika pesanan di tempat yang sudah tersangka tentukan dengan mengirimkan titik kompas dan foto untuk mempermudah pengambilan oleh pembeli," jelasnya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan Sabu kurang lebih 17,30 gram, Daun Ganja 141,33 gram, Batang Ganja 378,82 gram, Tembakau Gorilla 39,41 gram dan Bahan pembuatan Tembakau Gorilla 99,29 gram.

Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan alat pembuat tembakau gorilla yakni gelas ukur, alkohol, aseton, metanol dan kompor listrik, 1 timbangan elektrik, 1 Unit Handphone dan 4 lakban.

Meryadi mengatakan mengingat status tersangka yang masih di bawah umur, penyidik tetap memberikan haknya dengan melakukan koordiasi dengan Bapas Serang untuk mendampingi tersangka pada saat pemeriksaan.

"Namun tersangka tetap ditahan dikarenakan telah dua kali menjadi residivis dalam perkara yang sama," ujarnya.

Atas perbuatannya tersangka di jerat Pasal 114 Ayat (2) Sub pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 6 tahun paling lama 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati. [tin]