Jualan Gambar saat Libur Sekolah, Bocah Ini Raup Rp5,7 Miliar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang bocah berusia 12 tahun dari London bernama Benyamin Ahmed, menghasilkan lebih dari US$400.000 atau Rp5,7 miliar setelah menghabiskan waktu liburan sekolahnya dengan mengerjakan non-fungible token (NFT) miliknya sendiri.

NFT pada dasarnya adalah karya seni dalam bentuk token kripto, yang memberi pembeli hak kepemilikan digital dari setiap bagian. Ayah Ahmed, Imran, menjelaskan bahwa putranya bersama saudaranya telah mempelajari coding sejak usia lima tahun.

Pertama-tama yang dipelajari adalah bahasa dasar seperti HTML dan CSS. Akhirnya, hasratnya terhadap pengkodean membawanya untuk bereksperimen pada proyek yang lebih kompleks.

"Itu adalah sedikit latihan yang menyenangkan. Tetapi kemudian saya menyadari mereka benar-benar bisa mengerjakannya dengan sangat baik," kata Imran, dikutip dari laman Mashable SE Asia, Minggu 29 Agustus 2021.

Mereka kemudian menjadi lebih serius dan berlatih setiap hari. Pada awal tahun 2021, Ahmed terjebak NFT yang melanda dunia crypto, dan tergoda oleh penawaran dari orang-orang untuk pekerjaan itu.

"Saya pertama kali belajar tentang NFT di awal tahun ini. Saya terpesona dengan NFT karena Anda dapat dengan mudah mentransfer kepemilikan NFT melalui blockchain," ujarnya.

Merasa terinspirasi, Ahmed melanjutkan untuk membuat lini NFT pertamanya yang disebut Minecraft Yee Haa, sekumpulan 40 buah yang berpusat di video game populer Minecraft. Meskipun koleksi itu tidak benar-benar laris, bocah itu tidak berkecil hati.

Akhirnya Ahmed menghabiskan minggu-minggu selama liburan sekolahnya untuk mengerjakan proyek baru, membuat lini NFT yang berisi koleksi 3.350 potret digital unik yang menampilkan paus kartun, masing-masing datang dengan tema uniknya sendiril dan skema warna.

Beruntung bagi Ahmed, karya keduanya di dunia NFT terbukti jauh lebih berhasil daripada upaya pertamanya. Saat meluncurkan Weird Whales, Ahmed sangat terkejut melihat seluruh koleksi terjual habis hanya dalam waktu sembilan jam, menjaring sekitar 80 Ether (ETH), yang saat ini bernilai di bawah US$250 ribu atau Rp3,5 miliar.

Hingga saat ini, Ahmed telah memperoleh sekitar 30 ETH tambahan (US$95.000 atau Rp1,3 miliar) dan akan menambah total pendapatannya dari Weird Whales hingga US$400.000 atau Rp5,7 miliar pada akhir Agustus.

Meskipun menghasilkan banyak uang, Ahmed tidak ingin sembarangan menghabiskan kekayaannya. Sebagai gantinya, ia berencana untuk menyimpan ETH-nya di dompet cryptocurrency-nya sendiri dan membiarkannya tumbuh alih-alih mengubahnya menjadi uang tunai.

“Saya berencana untuk menyimpan semua uang digital saya dan tidak mengubahnya menjadi uang kertas. Ini mungkin menjadi bukti awal bahwa di masa depan semua orang tidak memerlukan rekening bank dan hanya memiliki alamat Eter dan dompet kripto,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel