Juara di Austrian Open, Pebulutangkis Muda Indonesia Makin Bertaji

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pebulutangkis muda Indonesia belum berhenti bersinar di pentas internasional. Setelah turnamen Slovenia International 2021, kini atlet muda Tanah Air yang bernaung di bawah PB Djarum kembali meraih juara di Austrian Open 2021.

Pada turnamen level international series ini, Indonesia memastikan dua gelar.

Gelar pertama dipersembahkan dari sektor ganda putri. Pasangan Serena Kani/Ni Ketut Mahadewi Istarani sukses mengalahkan ganda asal Malaysia, Anna Ching Yik Cheong/Yap Cheng Wen di partai final.

Berbekal kemenangan dua gim dengan skor 21-12, 21-16, pasangan ganda putri asal PB Djarum Serena/Ketut berhasil naik podium pada kejuaraan yang dilangsungkan di Graz, Austria.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan kemenangan di Austrian Open 2021 merupakan pencapaian yang membanggakan dan memenuhi target yang telah ditetapkan.

Kemenangan ini sekaligus menuntaskan dahaga para atlet PB Djarum setelah pada kejuaraan Spain Masters 2021 mereka harus puasa gelar.

“Kemenangan ini sesuai dengan harapan kita. Karena targetnya di setiap turnamen yang diikuti ada atlet yang berhasil meraih juara satu," kata Yoppy.

"Di Spain Masters 2021 memang tidak dapat gelar juara, tapi pada Slovenia International 2021 boyong dua juara dan masih sesuai target. Walaupun ada beberapa nomor yang meleset karena belum berhasil di nomor mix double, tapi pencapaian atlet PB Djarum sudah cukup membanggakan,” lanjut dia.

Pelatih dan Manajer Tim Atlet Dewasa PB Djarum, Vita Marissa, mengatakan kemenangan di Austrian Open 2021 merupakan buah kerja keras dari berbagai persiapan yang telah dijalani oleh tim. Dia berharap, setelah ini makin banyak pebulutangkis muda Tanah Air lainnya yang unjuk gigi dan mengharumkan nama bangsa.

“Semua prestasi dan gelar yang kita dapatkan, tujuannya untuk Tanah Air tercinta. Mudah-mudahan bulutangkis akan selalu bisa membawa kebanggan Indonesisa di mata dunia,” tutur Vita.

Selain dari ganda putri, Indonesia juga mendulang gelar juara dari nomor tunggal putra. Itu setelah Panji Ahmad Maulana dari PB Candra Wijaya menumbangkan Arnauld Merkle (Perancis) di final melalui tiga gim dengan skor 11-21, 21-8, 21-15.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel