Juara di All England Bersama Muhammad Shohibul Fikri, Bagas Maulana Diguyur Bonus Rp250 Juta oleh PB Djarum

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - PB Djarum mengguyur Bagas Maulana dengan bonus uang Rp250 juta. Bonus itu diberikan setelah Bagas Maulana sukses meraih gelar All England 2022 bersama pasangannya, Muhammad Shohibul Fikri.

Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri tampil mengejutkan di All England 2022. Bagas/Fikri yang bukan unggulan sukses mendepak lawan tangguh hingga menjadi juara.

Pada laga final, Bagas/Fikri mengalahkan sesama wakil Indonesia yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Bagas/Fikri tak butuh waktu lama meraih gelar bergengsi tersebut setelah menang dengan skor 21-19, 21-13.

Atas prestasi gemilang tersebut, Djarum Foundation memberikan apresiasi kepada Bagas Maulana yang merupakan atlet binaan PB Djarum berupa bonus uang tunai sebesar Rp 200 juta, plus voucher Blibli senilai Rp 50 juta.

Tak hanya itu, Bagas juga mendapatkan hadiah dari Polytron berupa motor listrik Polytron Evo Electric Motor senilai 28 juta. Dengan demikian, total bonus yang diperoleh Bagas mencapai Rp 278 juta.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengaku bangga dengan gelar yang dipersembahkan Bagas Maulana.

Pria yang juga Ketua PB Djarum itu menyebut pemberian bonus kepada Bagas Maulana merupakan upaya memperkuat ekosistem bulutangkis dan menciptakan iklim kompetisi yang semakin ketat di antara para pemain, khususnya atlet binaan PB Djarum.

"Pemberian bonus ini merupakan apresiasi atas pencapaian dan kerja keras yang dilakukan para atlet karena kami menyadari bahwa menjadi juara itu tidak mudah, perlu perjuangan yang ekstra luar biasa," kata Yoppy Rosimin dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/4/2022).

"Disamping itu, apresiasi ini merupakan lecutan motivasi bagi para pebulutangkis agar tetap bekerja keras sehingga mampu menuai prestasi yang lebih tinggi lagi di masa mendatang," tegas Yoppy.

Memotivasi Atlet Junior

Di awal game kedua Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan mencoba untuk bangkit dan mampu memimpin 8-4. Namun tujuh poin beruntun mampu dihasilkan oleh Fikri/Bagas untuk menutup interval dengan keunggulan 11-8. (AP/Rui Vieira)
Di awal game kedua Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan mencoba untuk bangkit dan mampu memimpin 8-4. Namun tujuh poin beruntun mampu dihasilkan oleh Fikri/Bagas untuk menutup interval dengan keunggulan 11-8. (AP/Rui Vieira)

Yoppy juga menjelaskan pemberian bonus juga dimaksudkan agar para pebulutangkis junior semakin bersemangat meningkatkan kemampuan.

Itu yang jadi alasan PB Djarum senantiasa menjadikan pemberian bonus sebagai tradisi setiap kali atlet binaan klub yang meraih gelar juara di turnamen bergengsi.

"Jadi yang perlu dipahami adalah kami memberikan bonus bukan karena kemampuan finansial dan juga dukungan sponsor semata, karena klub yang dengan kemampuan finansial dan dukungan sponsor besar itu banyak," ujar Yoppy.

"Akan tetapi kami mengeluarkan bonus kepada atlet demi menciptakan ekosistem bulutangkis Indonesia yang lebih baik. Dengan adanya bonus, sisi kompetitif para atlet dari level senior hingga junior akan meningkat yang pada akhirnya berdampak positif terhadap prestasi bulutangkis Indonesia di panggung dunia," tegas Yoppy.

Bonus dan apresiasi dari klub juga menjadi upaya menjamin kehidupan para atlet setelah gantung raket nanti. Untuk itu, PB Djarum dan Djarum Foundation senantiasa memberikan pendampingan manajemen keuangan agar bonus dan hadiah yang dikumpulkan bisa bermanfaat di masa depan.

"Mereka yang dapat bonus kami ajari untuk mengelola keuangannya dengan baik, mau ditabung atau diinvestasikan, yang penting jangan sampai habis tak berbekas. Bagas pun seperti itu, nanti akan saya berikan training tentang manajemen finansial," jelas Yoppy.

Tak Menyangka

Ekspresi ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri saat memenangkan final All England 2022 setelah mengalahkan seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Minggu, 20 Maret. (AP) Foto/Rui Vieira)
Ekspresi ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri saat memenangkan final All England 2022 setelah mengalahkan seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Minggu, 20 Maret. (AP) Foto/Rui Vieira)

Sementara itu, Bagas Maulana, mengaku masih tak menyangka mampu meraih gelar All England 2022. Menurut Bagas, gelar ini merupakan prestasi yang sudah lama diimpikannya sebagai atlet bulutangkis.

"Kemenangan ini saya dedikasikan untuk orangtua, klub dan pelatih yang telah memberikan dukungan yang luar biasa sehingga kami berhasil meraih gelar juara ini. Saya merasa bangga bisa menorehkan prestasi bagi Indonesia," ujar Bagas.

"Dulu, ketika saya masih di klub, saya termotivasi ketika melihat senior-senior saya mendapatkan bonus. Penasaran seperti apa rasanya dapat bonus. Akhirnya sekarang saya juga merasakannya. Selain senang, pastinya bonus ini menjadi tanggung jawab untuk bisa tampil lebih baik lagi dan mendulang prestasi di turnamen-turnamen selanjutnya," tegas pemain 23 tahun itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel