Juara Olimpiade sebut serangan ganda putra Indonesia sangat cepat

Peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, Lee Yang/Wang Chi-Lin, mengakui serangan ganda putra Indonesia yang sangat cepat dan kerap menyulitkan pasangan Taiwan itu dalam beberapa turnamen.

Lee/Wang harus mengakui keunggulan ganda putra Indonesia Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Rambitan pada babak 16 besar Indonesia Open 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis. Unggulan keempat itu kalah dalam pertarungan tiga gim 16-21, 21-17, 14-21.

Lee/Wang mengakui bahwa ada perbedaan ketika pertama kali menghadapi Pram/Yere di Orleans Masters 2019 saat pertandingan tersebut dimenangi oleh pasangan Taiwan itu.

Baca juga: Pramudya/Yeremia revans dari Lee/Wang di 16 besar Indonesia Open
Baca juga: Pram/Yere tak ingin takabur usai kalahkan peraih emas Olimpiade

“Kami merasa tampil baik hari ini, tetapi lawan juga bermain bagus. Hanya saja kami merasa kontrol bola tidak begitu bagus sehingga banyak poin yang hilang di awal,” kata Wang Chi-Lin kepada awak media.

Kekalahan itu memperpanjang puasa gelar Lee/Wang pada musim ini. Pasangan tersebut sebelumnya juga tersingkir di babak perempat final Indonesia Masters 2022 setelah kalah oleh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

“Serangan dari pemain ganda putra Indonesia lebih bagus sehingga kami harus selalu mempersiapkan diri bagaimana cara menghadapi serangan dari tim Indonesia yang begitu cepat,” ucap Wang.

Lee/Wang belum meraih gelar apa pun sejak kemenangannya di Olimpiade Tokyo 2020. Padahal pasangan peringkat empat dunia itu tampil dominan pada awal tahun lalu dengan memboyong empat gelar berturut-turut pada turnamen Super 1000 Thailand Open 1 dan 2, BWF World Tour Finals, dan emas Olimpiade Tokyo.

Baca juga: Impian gelar perdana Kejuaraan Dunia Lee/Wang pupus di perempat final
Baca juga: Fajar/Rian nikmati permainan "drive" andalan Lee/Wang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel